Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Minggu, 31 Oktober 2010

Jakarta Macet dan Banjir, Foke Dituntut Mundur

JAKARTA, ReALITA Online — Sekelompok orang yang mengatasnamakan Barisan Muda Pejuang Jakarta Raya menggelar aksi di depan Balaikota Jakarta, Jumat (29/10/2010) sore. Mereka menuntut Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk mundur.

Para demonstran menilai kinerja Foke, begitu biasa Fauzi Bowo disebut, buruk dalam menangani banjir dan kemacetan di Jakarta yang belakangan ini semakin menggila. Tak ada tindakan konkret untuk mengantisipasi banjir.

"Kami minta Fauzi Bowo mundur. Mundur, serahkan sajalah pada masyarakat. Karena bagi kami tiga tahun adalah waktu yang cukup panjang dan berarti untuk memperbaiki banjir dan macet yang terjadi di Jakarta," ungkap Ketua Umum Barisan Dika Mohammad di sela demonstrasi.

"Tapi yang terjadi kan sebaliknya, tiga tahun tidak ada perubahan yang sangat berarti, untuk meminimalisir macet juga tidak, apalagi banjir," lanjutnya lagi.

Selama ini, Dika dan rekan-rekannya menilai upaya antisipasi yang dilakukan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat tidak signifikan. Seharusnya pemerintah bisa melakukan pembersihan got, saluran air, setu, hingga mendorong warga membuat lubang biopori pada bulan April sampai September.

"Nah ini kan sekarang tunggu ada musibah dulu baru pemda bekerja, juga pemerintah pusat. Harusnya sudah jauh hari ada konversi, ada rancangan perda dan ada tindakan yang konkret," tandasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar