Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Minggu, 31 Oktober 2010

Situs Batu Jaya Sulit Jadi Objek Wisata

KARAWANG, ReALITA Online — Perlu kerja keras dengan konsentrasi dana besar, guna mengangkat situs Batu Jaya, Karawang, Jawa Barat, menjadi objek wisata sejarah dan edukasi. Demikian kesimpulan beberapa peserta studi lapangan/wisata sejarah mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial, Universitas Indraprasta (Prodi Sejarah FIPPS Unindra) PGRI Jakarta, saat meninjau situs Batu Jaya di Karawang pekan lalu.

Juru pelihara situs Batu Jaya, Kaisin menjelaskan, sampai saat ini penggalian dan penemuan situs sudah mencapai 30 posisi. Namun menurutnya, yang terangkat dan tampak sudah tertata jelas baru dua buah, yaitu kompleks Candi Jiwa dan Candi Blandongan.

"Lahan yang dibebaskan baru seputar objek ekskavasi. Kalau mau dibebaskan, semuanya 25 km X 25 km. Di lokasi itu harga tanah maksimum Rp 100 ribu per meter. Coba hitung saja sendiri berapa triliun," kata Kaisin.

Perlu diketahui, situs Batu Jaya berlokasi di tengah-tengah area persawahan penduduk. Letaknya sekitar 1 km masuk dari tepi jalan raya Batu Jaya. Di lokasi itu selain Candi Jiwa dan Candi Blandongan yang sudah tertata, tampak juga tumpukan-tumpukan bata merah kuno temuan sejak tahun 1984. "Masih ada yang lain lagi, tapi karena belum ditata kembali, kita pendam dulu agar tidak rusak oleh cuaca," kata Kaisin.

Seorang peserta studi lapangan, Suryadi, menyebutkan, untuk pembebasan lahan saja, biayanya bisa triliunan rupiah. Belum lagi untuk merekonstruksi, penataan kembali area, dan objek-objek bangunan kuno yang ada di dalamnya. Situs ini bisa dijadikan objek wisata sejarah sekaligus wisata edukasi.

Menurutnya, berbicara tentang objek wisata berarti itu industri dan harus punya nilai jual, yang punya kemanfaatan efektif terhadap lingkungan. Selain itu, peningkatan taraf hidup masyarakat setempat yang umumnya petani. "Untuk itu, butuh kerja-kerja besar dan biaya besar," ujarnya.

Dengan ditetapkannya sebagai objek wisata, maka kawasan ini akan menambah potensi pendapatan asli daerah (PAD). Suara Karya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar