BEKASI, ReALITA Online — Hampir 100 km ruas jalan yang membentang di bahu Kalimalang di Kabupaten Bekasi mulai dari perbatasan Kota Bekasi sampai Kabupaten Karawang, Jawa Barat, terdapat lubang-lubang raksasa. Masyarakat menilai Pemkab Bekasi kurang peduli atas kerusakan jalan tersebut padahal saat ini musim penghujan."Jalan Raya Kalimalang dari perbatasan Kota Bekasi hingga Karawang hampir semuanya rusak, dan kondisi ini sudah tiga tahun dibiarkan tanpa ada perbaikan. Kalaupun ada perbaikan tambal sulam pada lubang-lubang jalan dilakukan swadaya oleh warga," ucap salah seorang warga Tegal Gede, Cikarang Pusat yang rumahnya dekat dengan ruas jalan Kalimalang, Rosyid (39), Minggu (3/10).
Kerusakan bahkan menimbulkan lubang jalan berdiameter dari satu hingga tiga meter dengan kedalaman lubang dari 15 cm hingga 25 cm. Apalagi ruas jalan Cikarang Barat, hampir tidak ada jalan bagus yang bisa dipilih untuk dilewati. Hal ini juga tidak jarang menimbulkan kemacetan, karena dari dua arah yang berbeda harus bergantian melewati jalan tengah yang masih bagus untuk dilewati.
Dalam Pantauan "PRLM", beberapa ruas sepanjang Jalur Kalimalang pun diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat dengan menguruk lubang dengan batu. Mereka juga meminta kepada pengguna jalan sumbangan seikhlasnya.
Satuan Lantas Polres Metro Bekasi Kabupaten mencatat sedikitnya 50 kecelakaan terjadi setiap bulan selama musim penghujan dan yang menonjol disebabkan jalan rusak. "Dan hampir semuanya disebabkan karena jalan yang rusak. Tidak sedikit pula kecelakaan tunggal. Kerusakan ruas jalan Kalimalang menjadi penyebab paling banyak terjadinya kecelakaan karena jalan rusak," ucap Kasatlantas Polres Metro Bekasi Kabupaten, Komisaris Sudirman.
Sementara itu, Kepala Dinais Bina Marga Kabupaten Bekasi, Saefullah mengatakan, sekitar 200 kilometer dari total 900 kilometer panjang ruas jalan di Kabupaten Bekasi rusak. "Ini tidak hanya terjadi di ruas jalan Kalimalang tapi semua jalan yang menjadi tanggung jawab Pemkab Bekasi. Khusus untuk Jalur Kalimalang, Pemkab juga sebenarnya merasa keberatan jika harus memperbaiki semua ruasnya," ucapnya.
Alasannya, kata dia, ruas jalan Kalimalang ini lebih banyak dilewati truk-truk bertonase tinggi, hingga perbaikan yang dilakukan kerap rusak lagi, apalagi jika musim hujan. "Kami juga sudah mengusulkan untuk meningkatkan status jalan raya Kalimalang dari jalan kabupaten menjadi jalan provinsi, apalagi ini juga penghubung antar kabupaten bahkan provinsi, yaitu penghubung provinsi Jabar dengan DKI Jakarta," tuturnya. RO
sampai kapan kita harus menunggu ..
BalasHapusapa kerja pemerintah daerah kita sehingga jalan rusak di biarkan hingga bertahun tahun