PADANG, ReALITA Online — Aliansi NGO di Sumatera Barat mendesak Ketua DPR RI Marzuki Ali segera meminta maaf kepada seluruh korban tsunami di Kepulauan Mentawai.
Desakan aliansi NGO yang tergabung dalam “Posko Lumbung Derma dan Jaringan Peduli Gempa Tsunami Mentawai” itu disampaikan terkait pernyataan tidak simpati Marzuki yang dimuat beberapa media terhadap musibah yang terjadi di Mentawai. Marzuki dikutip Detikcom dan Kompas.com yang menyalahkan penduduk yang tinggal di pantai rawan tsunami.
“Kami mengutuk pernyataan Marzuki. Pernyataan itu tidak pantas disampaikan seorang Ketua DPR. Ia pimpinan wakil rakyat yang mestinya merasakan penderitaan para korban di Mentawai,” ujar Yosef Sarogdok, Koordinator Posko Lumbung Derma Peduli Gempa Tsunami Mentawai, Kamis (28/10).
Posko Lumbung Derma yang di antaranya beranggotakan LBH Padang dan Walhi Sumbar, melayangkan surat protes keras kepada Marzuki yang dikirimkan hari ini.
Yosef yang juga orang Mentawai mengatakan pernyataan Marzuki memperlihatkan ketiadaan sisa-sisa rasa kemanusian dan kedangkalan pengetahuannya terhadap kondisi Indonesia secara keseluruhan.
“Dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPR dan pribadi, kami meminta Anda untuk meminta maaf kepada keluarga korban, masyarakat Mentawai dan seluruh masyarakat Indonesia yang tinggal di pesisir-pesisir pantai,” katanya.
Pernyataan Marzuki Ali tentang musibah tsunami yang data terakhir menewaskan 343 orang dan 338 hilang dimuat Detik.com dan Kompas Online pada Rabu (27/10).
"Mentawai itu kan pulau. Jauh itu. Pulau kesapu dengan tsunami, ombak besar, konsekuensi kita tinggal di pulaulah," kata Marzuki di Gedung DPR, demikian dikutip Kompas Online.
Sedangkan di Detikcon dikutip: "Kalau tahu berisiko pindah sajalah," imbuhnya. "Kalau rentan dengan tsunami dicarikanlah tempat. Banyak kok di daratan." tempo
Tidak ada komentar:
Posting Komentar