Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Minggu, 31 Oktober 2010

Sultan: Belum Ada Pengganti Mbah Maridjan

YOGYAKARTA, ReALITA Online — Mbah Maridjan pria bergelar Mas Penewu Suraksohargo atau Sang Penjaga atau Juru Kunci Gunung Merapi itu, telah meninggal dunia diterjang awan panas 'wedhus gembel', hari Selasa (26/10/2010). Hingga kini, Keraton Yogyakarta belum mengangkat pengganti Maridjan.

"Saya belum menunjuk pengganti Mbah Maridjan," kata Raja Yogya yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengkubuwono X, di kantor Gubernur Kepatihan, DIY, Jumat (29/10/2010).

Sri Sultan menyerahkan proses penunjukkan pengganti Mbah Maridjan kepada adik kandungnya, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Joyokusumo. Menurut Sultan, pengangkatan kuncen Merapi ada proses tersendiri. "Yang tahu Mas Joyo (Joyokusumo). Menentukan juru kunci memerlukan syarat kepangkatan," kata Sri Sultan.

Selain itu, Sultan melanjutkan pemilihan kuncen Merapi bisa juga berasal dari kalangan abdi dalem Keraton atau dari keluarga juru kunci sebelumnya. "Jika ada yang memenuhi syarat. Tapi sampai saat ini belum ada," ujar dia.

Bagaimana dengan Ponimin yang disebut-sebut pengganti Mbah Maridjan? "Saya belum tunjuk gantinya Mbah Maridjan," jawab Sultan.

Yang pasti, penunjukkan pengganti Mbah Maridjan harus sudah ada saat acara Labuhan Gunung Merapi tahun depan. Karena, dalam acara itu pasti dihadiri juru kunci Merapi. "Labuhan biasanya dipimpin juru kunci Merapi," kata dia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar