KARAWANG, ReALITA Online — Bupati dan Wakil Bupati Karawang, Jawa Barat, Drs. H. Ade Swara, MH - dr Cellica Nurrachadiana adalah hasil pilihan rakyat pada Pemilukada Minggu 14 Nopember 2010. Gubernur Jawa Barat, H. Achmad Heryawan, hari Senin (27/12) lalu, melantiknya dan sejak hari itu pula terhitung resmi memimpin pemerintahan di Kabupaten Karawang. Maju mundurnya pembangunan di daerah tersebut berada di pundak pasangan pemimpin baru ini.Kedua penguasa Karawang ini menuju kursi kekuasaan langkahnya terbilang kurang mulus. Meskipun demikian, Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) secara langsung oleh masyarakat Karawang untuk kedua kalinya, tidak bisa dipungkiri pelaksanaannya penuh demokratis, bahkan patut dijadikan contoh di negeri ini. Karena itu, lima tahun ke depan Bupati dan Wakil Bupati Karawang ini masyarakat berharap lebih meningkatkan lagi pembangunan pendidikan, kesehatan, dan infra struktur lainnya.
Yang paling penting lagi, H Ade dan dr Cellica harus berani membubarkan tim suksesnya. Sebab tim sukses telah berhasil menghantarkan pasangan tersebut ke gerbang kekuasaan dan kini sudah jadi Bupati dan Wakil Bupati masyarakat Kabupaten Karawang.
Yang namanya tim sukses dikuatirkan akan leluasa masuk ke internal pemerintahan bahkan sikap akan berlebihan seperti yang terjadi pada rezim pendahulunya—tak sedikit mengintervensi bahkan mendikte tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Jika peran tim sukses tetap dibiarkan karena imbal jasa dalam pemenangan—akan berbahaya karena masih terjadi pengelompokan masyarakat padahal pertarungan dalam Pemilukada berlalu sudah. Yang penting adalah bagaimana mengikat kebersamaan tekad untuk membangun Karawang yang lebih maju lagi.
Bukan rahasia lagi, baik rezim sebelumnya dan mungkin rezim sekarang, yang jadi inceran tim sukses tidak lain adalah proyek-proyek yang didanai oleh APBD II, APBD I dan APBN. Jika hal ini masih tetap terjadi seperti rezim terdahulu, akan rawan korupsi yang menggerogoti keuangan negara yang berdampak petaka terhadap Pemerintahan H. Ade—dr Cellica.
Posisi H Ade sebagai Bupati Karawang pas dan sudah saatnya. Mengapa tidak, karena ketika Pilkada tahun 2005 urutan kedua dalam perolehan suara ia telah meraih. Tidak heran kalau Pemilukada tahun 2010 kemenangan berpihak padanya dengan peraihan suara dari hak pilih hampir 46%. Maka itu, maklum masyarakat banyak sangat berharap Bupati H Ade jangan sampai terpengaruh kepentingan kelompok tertentu.
Kalangan PNS terutama guru-guru di lingkungan Pemkab Karawang dipastikan adalah bagian penentu kemenangan H Ade Swara-dr Cellica. Maklum, kehadiran kedua pemimpin baru ini sebagai penyegar di tengah-tengah mereka--bukan jadi monster yang menakutkan seperti yang terjadi kurun lima tahun lalu.
Mempermalukan, meneriakin apalagi mengenakan sanksi ala milietr terhadap PNS di lingkungan Pemkab Karawang apabila bersalah tidak lagi terjadi. Sejatinya, menegur aparatur atas kesalahannya harusnya pada tempatnya, sehingga pasti dikenang sebagai pemimpin yang bijaksana.
Gemah, ripah, repeh, rapih atau ing ngarso sing tulodo adalah budaya bangsa Indonesia. Apalagi menegakkan disiplin dan tata kerja PNS sudah diatur dalam PP dan UU--tanpa harus dipermalukan di depan umum. Sikap ini kelak mendorong semangat yang tulus disertai beban moral selaku abdi negara.
Begitu juga perihal penempatan pejabat lewat mutasi, sebaiknya peran Baperjakat lebih dominan. Karena menyangkut penilaian normatif dan DUK seorang PNS layak tidaknya menduduki sebuah jabatan. Nepotisme apalagi intervensi di luar birokrasi kelak menodai jenjang karier PNS yang seharusnya patut menduduki sebuah jabatan berdasarkan jenjang karier—justru kerap tidak mendapat kesempatan. Imbalan demi jabatan juga akan berdampak terhadap keselamatan keuangan Pemkab Karawang.
Akan halnya proyek-proyek yang didanai APBD II dan APBD I maupun APBN harus dihindarkan dari KKN apalagi karena kedekatan rekanan dengan kekuasaan. Proses tender lebih tepat lagi dilaksanaan murni sebagaimana diatur dalam Kepres No.80/99. Ditambah lagi para pejabat di lingkungan Pemkab Karawang sudah mengikuti pendidikan cara pelaksanaan tender lelang melalui elektronik atau online
Lima tahun lalu praktik tender proyek jamak dicurigai pelaksanaannya formalitas belaka. Sebab tidak sedikit rekanan bisa menguasai proyek bernilai puluhan miliar rupiah-- akibat faktor kedekatan dengan kekuasaan meski sejatinya bahwa pembangunan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Untuk itu, Bupati H Ade Swara dan Wakilnya dr Cellica harus lebih meningkatkan pengawasan internal dan eksternal. Sebagai manusia kemampuan terbatas karena hanya punya dua mata, dua telinga, dan satu mulut. Selamat pa H.Ade dan Ibu dr Cellica. Putra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar