SURABAYA, ReALITA Online — Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulmapa), PT PLN (Persero) sedang membangun tujuh buah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), dengan biaya hampir Rp 2 triliun.
Dari tujuh PLTU tersebut, yang besar berada di Barru Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan kapasitas 2x50 MW. Nilainya hampir Rp 50 miliar. Sedangkan PLTU yang terkecil berada di Tidore, Maluku Utara dengan kapasitas 2x7 MW. Nilai kontraknya hampir Rp 130 miliar. Barru ditargetkan selesai pada September 2011.
Di Tidore yang berpenduduk 98 ribu jiwa dan luas 9. 564 km persegi ini untuk menerangi Ternate dan sekitarnya. Dari Tidore ditarik kabel laut ke Ternate dengan jarak beberapa ratus meter. Tidore merupakan proyek yang dimenangkan oleh Consortium of Shandong Machinery I&E Group Corporation dan PT Rekadaya Elektrika (Persero) Tbk, yang ditandatangani sejak 11 Juni 2008.
Namun, pembangunannya sebagian baru serius ditangani mulai 2010 yang lalu. Bahkan Dahlan Iskan, dirut PT PLN menandai pemasangan Turbine 2 dengan memasang salah satu baut tiangnya.
GM Pembangkitan Sulmapa, Ir Andi Maherangi Jaya mengatakan, proyek yang ditanganinya itu, merupakan proyek percepatan pembangkit tenaga listrik berbahan baker batubara. "Ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) RI No. 17 Tahun 2006, tanggal 5 Juli 2006, tentang menugasan kepada PLN untuk melakukan percepatan pembangunan PLTU," kata Andi.
Menurut dia, Perpres ini menjadi dasar pembangunan 10 PLTU di Jawa dan 25 PLTU di luar Jawa dan Bali, atau yang dikenal deengan proyek percepatan 10.000 MW. Pembangunan proyek PLTU tersebut untuk mengejar pasokan listrik yang mengalami deficit sampai beberapa tahun mendatang.
Selain itu, untuk menunjang program diversivikasi energy untuk pembangkit tenaga listrik ke non-bahan baker minyak (BBM) dengan memanfaatkan batubara berkalori rendah. Sebab, salah satu cirri khas pembangkit listerik yang dibangun PLN sekarang, semuanya menggunakan batubara berkalori rendah. Dengan demikian, biaya bahan bakarnya pun lebih murah.
Menurut rencana, PLTU yang tengah dibangun PLN di berbagai daerah di Indonesia ini, akan selesai pada 2011. Untuk di Tidore, Maluku Utara ini, sesuai kontraknya akan diselesaikan selama 26 bulan. Yaitu unit I pada Oktober 2011 dan unit 2 pada Desember 2011. "Sesuai dengan kontrak, untuk PLTU di Desa Rum Bali Bunga, Tidore Utara, akan rampung akhir tahun ini," ujar Andi, tentang proyeknya tersebut.
Proyek lainnya, PLTU Kendari, Sulteng 2x10 MW dengan biaya Rp 125,6 miliar, PLTU Amurang, Sulawesi Utara 2x25 MW dengan anggaran Rp 394 miliar lebih, PLTU Barru, Sulsel senilai Rp 491,657 miliar, PLTU Anggrek, Gorontalo, 2x25 MW sekitar Rp 342, 711 miliar, PLTU 2 Papua, Jayapura 2x10 MW sebesar Rp 182,152 miliar dan PLTU Maluku Ambon 2x15 MW senilai Rp 241,167 miliar. Seluruhnya benilai hampir Rp 2 triliun. RO, JPNN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar