BEKASI, ReALITA Online — Pengelola 11 pasar tradisional di Kota Bekasi, Jawa Barat, diminta mengawasi kenaikan harga bahan pokok. Terutama jenis komoditi cabe dan beras yang cenderung harganya tidak terkontrol.
Kepala Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi, Cecep Muntasar menegaskan, telah mengirim surat kepada seluruh Kepala Pasar di Kota Bekasi, sejak pekan lalu. "Kami minta seluruh kepala pasar aktif mengawasi kenaikan harga bahan pokok," kata Cecep kepada wartawan di Bekasi, Selasa (4/1).
Menurut dia, kenaikan cabe dan beras menjadi perhatian serius. Harga cabe rawit saja saat ini mencapai Rp 80 ribu per kilogram, sementara harga beras termurah Rp 7.500 per liter. "Kenakan harga itu memang susah dikontrol karena mengikuti pasar, tetapi paling tidak kami melakukan pengawasan supaya tidak sampai meresahkan warga," katanya.
Cecep lebih lanjut mengatakan, berencana melakukan operasi pasar tujuannya, mengontrol harga bahan pokok supaya tidak ikut naik. "Jadwal operasi pasar untuk 11 pasar tradisional masih kami buat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pasar Bantargebang Nadih, mengatakan sperti dikutip Tempo Interaktif, harga cabe rawit dan beras melambung karena pasokan dari petani menurun. "Peringatan hari Natal dan Tahun Baru juga mempengaruhi kenaikan harga bahan pokok, di mana kebutuhan masyarakat naik," terangnya. RO,Tempo Interaktif
Tidak ada komentar:
Posting Komentar