KARAWANG, ReALITA Online — Para petani jamur merang di wilayah Subang dan Karawang, Jawa Barat, kesulitan memeroleh jerami dalam dua bulan terakhir ini. Kegagalan panen padi akibat serangan hama dan penyakit musim lalu memaksa ribuan pembudidaya jamur di wilayah itu menganggur sementara karena ketiadaan media tanam.Adang (50), petani jamur merang di Desa Pinangsari, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Minggu (2/1/2011) menyebutkan, minimnya jerami membuat harganya melonjak dari Rp 350.000 per truk ukuran 12 meter kubik menjadi Rp 700.000 per truk. Separuh lebih dari sekitar 60 kubung (rumah produksi jamur) di kampungnya dikosongkan karena petani tidak kebagian jerami.
"Serangan wereng batang coklat musim lalu membuat mayoritas petani padi di sini gagal panen. Tanaman rusak sebelum berbuah sehingga produksi jerami anjlok. Sebagian pembudidaya terpaksa mencari jerami hingga jarak 35-50 kilometer, tetapi hasil yang diperoleh tidak seberapa," kata Adang.
Para pembudidaya jamur di Banyusari, Jatisari, dan Cilamaya Wetan (Kabupaten Karawang) juga mengeluh karena kesulitan memeroleh jerami. Menurut sejumlah pembudidaya, produksi jamur dari kawasan itu turun lebih dari 50 persen dibandingkan biasanya yang diperkirakan sekitar 10 ton per hari.
"Kelangkaan jerami pernah terjadi, tetapi tidak separah yang terjadi saat ini. Pembudidaya jamur terpaksa menunggu panen padi musim rendeng tiba 2-3 bulan mendatang karena stok jerami telah habis sejak 1-2 bulan lalu," kata Darmin (61), pembudidaya jamur di Desa Gempol Kolot, Kecamatan Banyusari.
Dinas Pertanian Kabupaten Karawang mencatat ada 2.4 86 kubung yang memproduksi 4.791 ton jamur merang sepanjang 2008. Jumlah pembudidaya diperkirakan terus meningkat karena permintaan pasar belum sepenuhnya terpenuhi. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar