Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 04 Januari 2011

PMII dan HMI Gelar Demo Kades Dapat Mobnas

KARAWANG, ReALITA Onine — Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang akan memberikan mobil dinas kepada 309 kepala desa/kelurahan di kota lumbung padi itu, memicu aksi demo puluhan mahasiswa yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Karawang menolak rencana pemberian mobil dinas tersebut kepada kepala desa (Kades), Senin siang (3/1).

Koordinator pendemo dalam orasinya sambil membawa spanduk di halaman Kantor Bupati Karawang mengatakan, dari pada anggaran pembelian mobil untuk para kepala desa lebih baik digunakan untuk membangun sarana pendidikan termasuk di antaranya sarana pendidikan agama bagi anak-anak masyarakat Karawang.

Aksi demo damai ini dimulai dari lapangan Karangpawitan bergerak berjalan kaki menuju kantor Pemkab sambil meneriakan yel yel yang menentang rencana pembelian mobil dinas tersebut, yang beberapa bulan lalu kantornya pun telah direhab secara bersama-sama, dengan anggaran dari APBD.

Janji Politik kepada Guru Diragukan Terpenuhi

Sumber ReALITA Online di Pemkab Karawang mengatakan, pengadaan mobil dinas untuk Kades se-Kabupaten Karawang sangat jauh dari mungkin bisa terlaksana. Masalahnya kalau diberikan mobil dinas merek AVANZA atau XENIA sudah berapa milyar, "Dari mana uangnya diperoleh? Silahkan dihitung kalau 309 kades/lurah dikalikan Rp.135 juta per unit.

Untuk kesejahteraan dan transpor guru yang dijanjikan Rp.500 ribu per guru belum tentu bisa dipenuhi. Lagian biayanya dari mana. Bapak Sekda setelah hitung-hitung disesuaikan dengan pendapatn baru bisa terpenuhi Rp.200 ribu per guru," ujar sumber yang tidak mau disebut namanya, Selasa (4/1). Andi P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar