Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Minggu, 29 Mei 2011

Elite Partai Demokrat Laporkan SMS Nazaruddin ke Cikeas

JAKARTA, ReALITA Online — Sejumlah pengurus elite Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat (DPP.PD) melapor ke kediaman Ketua Dewan Pembina, Susilo Bambang Yudhoyono, di Cikeas, Jawa Barat, usai rapat tertutup yang membahas "SMS Ancaman Nasaruddin" dari Singapura.

Namun, Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum, selesai pertemuan itu hanya mengatakan, rapat tersebut sesungguhnya menindaklanjuti sejumlah hal yang sudah dibahas sebelumnya.

Ia menolak menjelaskan secara rinci, apa yang dibahas dalam rapat tertutup selang sekitar satu jam itu, dan baru selesai pada hampir pukul 20.30 WIB.

Anas Urbaningrum dan sekitar 20 petinggi PD lainnya kemudian berangkat ke Cikeas, yang menurut sejumlah elite partai itu, juga akan melaporkan dinamika politik pasca-layanan pesan singkat (Short Message Service/SMS) per telepon seluler (ponsel) bernada ancaman dari mantan bendahara umum PD, Nazaruddin, melalui nomor +65843939xxx.

Beberapa petinggi PD yang dikerubuti sejumlah wartawan berusaha tak memberi keterangan soal beredarnya pesan singkat menghebohkan itu, yang dikirimkan Moh. Nazaruddin dari Singapura.

Para petinggi PD itu, terutama Andi Nurpati, hanya mengatakan bahwa pesan singkat itu palsu dan bertujuan untuk melakukan pembunuhan karakter.

Sebagaimana telah beredar luas di elite politik Jakarta, bahkan cuplikannya telah sempat beberamenjadi berita di media massa, menyebutkan pihak yang diduga Moh. Nazaruddin itu menohok eksistensi beberapa orang, termasuk Ketua Dewan Pembina (Wanbin) PD.

Malah ada kata-kata dalam SMS itu yang menyentil soal mega-skandal Bank Century, serta adanya 18 juta suara di Pemilu 2009 dimanipulasi untuk kepentingan pemenangan partai tertentu, dan skandal seks sesama jenis kelamin di lingkup elite PD. "Itu semua fitnah dan pembunuhan karakter," kata Andi Nurpati.

Sedangkan, para petinggi PD lainnya, kelihatannya enggan mengomentari, dan berusaha menunjukkan sikap sedang tidak ada waktu karena harus segera menuju Cikeas, Bogor. Mereka langsung meluncur ke kediaman Ketua Wanbin untuk melaporkan hal tersebut.

Rapat tersebut juga dihadiri Sekretaris Jenderal PD, Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua Divisi Komunikasi Publik, Andi Nurpati, dan Wakil Sekretaris Jenderal, Ramadhan Pohan.

Politisi PD yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) di DPR RI, Sutan Bhatoegana, usai rapat itu mengungkapkan, mereka hanya membahas soal peringatan pada kader partai, agar jangan sembarangan mengeluarkan pendapat. "Kita diminta untuk jangan saling berseberangan satu sama lain," ujarnya. ANTARA News

Tidak ada komentar:

Posting Komentar