Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Senin, 30 Mei 2011

Kaitan Penembak Polisi dengan Teroris, Kini Polisi Mendalami

JAKARTA, ReALITA Online — Tim Densus 88 dan Polda Sulawesi Tengah masih memburu dua pelaku penembakan tiga polisi di kantor BCA, Palu, Sulawesi Tengah.

Dua pria yang masih diburu adalah Fauzan dan Dayat alias Faruk. Polisi meyakini mereka masih berada di hutan belantara di Poso, Sulteng.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam mengatakan kedua pelaku berperan penting dalam penembakan pada Rabu pekan lalu itu.

“Yang dua ini perannya penting sekali karena mereka yang melakukan penembakan,” ungkap Anton di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (30/5/2011).

Dia menambahkan, tertangkapnya dua pelaku diyakini akan mengungkap motif penembakan tersebut.

Kesimpulan sementara mereka diduga kelompok teroris. Pasalnya saat penggeledahan rumah milik Hariyanto, ditemukan bahan bom seperti sulfur, pipa, dan belerang.

“Kita belum tahu apakah ada yang menjadi target mereka karena kita masih memburu dua pelaku lagi, seberapa besar bahan peledak juga sedang kita dalami,” tegas perwira bintang dua ini.

Perburuan dua pelaku dilakukan dengan sangat hati, diketahui salah seorang di antaranya masih memegang senjata api jenis V2 yang dirampas dari polisi saat penembakan. Apakah jaringan ini terkait dengan konflik Poso? “Sedang didalami,” singkat Anton. RO,okezone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar