JAKARTA, ReALITA Online —Pengamat politik Universitas Paramadina Yudi Latif menilai konflik internal yang tak kunjung reda di Partai Demokrat tak terlepas dari kian banyaknya konflik kepentingan para kader partai.
Konflik kepentingan dan faksionalisme ini muncul karena Demokrat dibuat secara instan tanpa proses pengkaderan yang bagus.
“Demokrat ini partai yang dibuat secara instan, tidak mengalami proses pengkaderan yang bagus, kader-kadernya dicomot dari sana sini, mereka datang karena hanya punya kepentingan, karena partai ini punya magnitude besar akibat Pak SBY,” kata Yudi kepada wartawan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (28/5/2011).
Akibat tidak adanya proses pengkaderan, kata Yudi, konflik internal mudah mucul hanya karena faktor suka atau tidak suka kepada faksi lain.
Dia mencontohkan ketika Muhammad Nazaruddin menyerang Andi Mallarangeng dan Choel Mallarangeng tak lama setelah dirinya diberhentikan sebagai bendahara umum.
“Ini seperti kentut yang memang tidak keliatan baunya tetapi akhirnya tercium juga. Juga seperti asap dari sekam persolan yang ditutupi selama ini, masalah keuangan yang ditutup-tutupi lama oleh Partai Demokrat akhirnya terungkap. Belakangan, juga ikut terungkap bagaimana akumulasi modal yang begitu luar biasa dalam tubuh partai yang berkuasa ini,” katanya.
Persoalan mengenai akumulasi modal tersebut disampaikan Yudi terkait pernyataan Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin bahwa dalam setahun menjabat, Nazaruddin telah menyumbang Rp 13 miliar. okezone
Tidak ada komentar:
Posting Komentar