Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 27 Mei 2011

Polisi Tangkap Pengedar Uang Palsu di Bekasi

BEKASI, ReALITA Online — Kepolisian Sektor Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, menangkap seorang tersangka pengedar uang palsu dengan barang bukti senilai Rp 1.240.000. Kapolsek Bekasi Timur, Komisaris Polisi Yana Darmayana, Kamis (26/5), mengatakan pelaku berinisial SI (25), seorang ibu beranak dua dan ditangkap saat bertransaksi di pasar tradisional.

Menurut pengakuan tersangka, uang palsu tersebut diperoleh dari kerabatnya berinisial HT yang hingga kini masih buron dengan cara menukar Rp 500 ribu menjadi Rp 3 juta uang palsu. Uang yang diperoleh pelaku pada Sabtu lalu itu, kata dia, kemudian digunakannya untuk berbelanja cabai di Pasar Baru Kota Bekasi.

Dengan menggunakan uang palsu pecahan Rp 100 ribu, pelaku membeli dua kilogram cabai seharga Rp 12 ribu kepada Zulfikri. "Kembaliannya berupa uang belanja itu yang menjadi keuntungannya. Sementara cabai yang dibelinya diserahkan kepada HT untuk dijual kembali di Pasar Pegangsaan, Kelapa Gading, Jakarta," ujarnya.

Petugas dari Polsek Bekasi Timur yang datang tak lama kemudian langsung mengamankan Sl berikut barang bukti berupa uang palsu dalam dompetnya. "Sementara ini kami menduga ada jaringan besar yang mendukung di belakang HT. Untuk kepastiannya, masih akan kami telusuri lagi," katanya.

Uang palsu yang diedarkan Sl warnanya memang mirip dengan uang asli, tapi pada pita pembatasnya tidak didapati nomor seri. Nomor seri lembaran uang yang satu dengan yang lain pun sama. "Jenis kertasnya juga beda," ujarnya.

"Saya terpaksa karena butuh uang untuk membiayai kebutuhan dua anak saya. Baru dua kali mencoba termasuk saat tertangkap," kata SI usai dimintai keteragan polisi. Perempuan asal Madura, Jawa Timur, yang menetap di Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi ini, mengaku tidak mengetahui lokasi pembuatan uang palsu tersebut. Ant

Tidak ada komentar:

Posting Komentar