Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 27 Mei 2011

Mayat 14 Luka Tusukan Bernama Hermanto

BEKASI, ReALITA Online Misteri tewasnya seorang pria paruh baya tanpa identitas dengan 14 luka tusukan di dada dan di leher yang ditemukan di Jalan Raya Wates, Kampung Wates, Desa Kedungjaya, Kabupaten Bekasi, Senin (23/5/2011) mulai menunjukkan titik terang. Korban diketahui bernama Hermanto Chandra (55), warga Kota Bekasi.

Diketahuinya identitas korban berawal dari kedatangan salah satu anak korban, Nur Fifah (27) ke Mapolsek Babelan, pada hari yang sama sekitar pukul 21.30 WIB. Setelah memastikan jasad korban melalui foto, pihak keluarga yakin kalau pria malang tersebut adalah anggota keluarganya yang tinggal di Jalan Raya Harapan Baru, Ruko Taman Harapan Baru Blok A1 No 33, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi.

Sebelumnya, keluarga korban yang tinggal di Kota Bekasi mengetahui kalau jasad pria paruh baya itu adalah keluarganya berawal dari keluarga korban lainnya yang tinggal di Kalimantan. Saat itu, melalui tayangan televisi, keluarga korban melihat wajah korban meskipun hanya sekilas.

Setelah mendatangi Mapolsek Babelan, keluarga korban yang tinggal di Kota Bekasi juga mendatangi Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur pada malam itu juga. Alhasil, pria yang memiliki usaha di bidang konveksi tersebut adalah benar keluarganya.

Hermanto Chandra diketahui meninggalkan rumah sejak Minggu (22/5/2011) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban pergi seorang diri dengan menggunakan mobil Daihatsu Xenia untuk menepati janji bertemu dengan beberapa orang. Namun, ia tidak memberitahukan di mana dan dengan siapa pertemuan tersebut.

Kapolsek Babelan AKP Badari mengatakan, dugaan sementara Hermanto Chandra menjadi korban perampokan yang tewas dianiaya. Pasalnya, di lokasi penemuan jasad korban tidak ditemukan mobil, handphone dan dompet korban yang berisi uang tunai sekitar Rp500 ribu, “Kami sudah membentuk tiga tim untuk pengembangan kasus ini,” katanya. Inilah.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar