Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 15 November 2011

Bayi di Kota Bekasi Baru 70 Persen Peroleh Vaksin

BEKASI, ReALITA Online — Empat pekan sejak program "Pekan Imunisasi Campak dan Polio 2011" digalakkan 18 Oktober 2011 lalu, kini baru 70 persen bayi dan balita di Kota Bekasi yang sudah divaksin. Dalam lima hari, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi menargetkan 30 persen bayi dan balita yang belum berpartisipasi bisa divaksin.

Kepala Dinkes Kota Bekasi, Anne Nur Chandrani Handayani mengatakan, 30 persen bayi dan balita yang belum divaksin setara dengan jumlahnya 89.000 jiwa. Ada pun sasaran imunisasi polio sebanyak 158.450 bayi berumur 0-8 bulan. Sementara 138.594 balita berusia 9-59 bulan menjadi sasaran imunisasi campak.

"Harapan kami seratus persen bayi dan balita di Kota Bekasi mendapat vaksin campak dan polio. Makanya kami lakukan penyisiran di sisa waktu lima hari ini," ucap Anne usai menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Kota Bekasi, Senin (14/11).

Penyisiran yang dimaksudnya berupa upaya jemput bola yang dilakukan petugas dari Dinkes dan puskesmas di masing-masing wilayah. Petugas akan mendatangi satu per satu rumah bayi dan balita yang belum berpartisipasi aktif dengan mendatangi posyandu sebelumnya.

Terhadap bayi dan balita tersebut akan diberikan vaksin di rumah masing-masing. Dengan kehadiran langsung petugas ke rumah-rumah mereka, diharapkan tidak ada bayi dan balita yang terlewat divaksin.

Menurut Anne, 30 persen bayi dan balita yang belum divaksin tersebut tidak berarti orang tuanya anaknya enggan diimunisasi. Alasannya bisa jadi karena yang bersangkutan berhalangan saat jadwal imunisasi di posyandu lingkungannya. Bisa juga karena kondisi bayi dan balitanya sedang tidak sehat saat akan diimunisasi.

"Sebab imunisasi hanya diberikan pada bayi dan balita yang kondisi tubuhnya sedang bagus. Kalau yang sakit memang tidak disarankan diimunisasi," ucapnya.

Lebih lanjut Anne menegaskan, pemberitaan dua balita asal Kota Bekasi meninggal pascaimunisasi tidak mempengaruhi pandangan orang tua. Sebanyak 30 persen bayi dan balita itu belum diimunisasi, bukan karena ketakutan pemberitaan tersebut.

"Orang tua semestinya tidak perlu khawatir karena Komisi Daerah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi Jawa Barat sudah memastikan kedua balita itu meninggal bukan karena imunisasi. Mereka meninggal karena ada penyakit lain,maka kami minta agar bayi dan balita yang sedang sakit tidak diimunisasi," katanya. Sumber: PRLM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar