KARAWANG, ReALITA Online — Terlambatnya distribusi ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengakibatkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium terjadi di Karawang. Warga setempat khawatir kehabisan BBM, langsung menyerbu SPBU-SPBU terdekat sampai menjadikan ratusan kendaraan antre di SPBU Cikangkung, Kecamatan Rengasdengklok, Selasa (8/11/2011) pagi. Bahkan sebanyak lima SPBU di Rengasdengklok sering tutup akibat pasokan BBM dari Pertamina datang terlambat. Akhirnya, ketika mobil tangki pengisi BBM tiba, puluhan mobil, ratusan motor dan jajaran jeriken, langsung memburunya.
"Di sejumlah SPBU di Rengasdengklok stok BBM Premium keberadaannya seakan-akan digilir di beberapa SPBU. Karena itu, begitu di sebuah SPBU diketahui pembeli memiliki Premium langsung diserbu," ucap M Suherman salah seorang warga yang mengantre.
Suherman mengaku kecewa karena pengelola SPBU lebih mengutamakan pengecer ketimbang pembeli umum. "Satu orang pengecer saja bisa mendapatkan jatah sampai 100 liter per hari, sedangkan SPBU mendapat kiriman BBM hanya 8 ribu. Jangan kaget kalau hanya dalam beberapa jam, BBM sudah habis terjual. Yang tidak kebagian terpaksa harus membeli eceran seharga enam ribu rupiah per liter" katanya kecewa.
Gandi warga Tirtajaya membenarkan para pengecer memanfaatkan kondisi tersebut untukmengruk keuntungan. Syamsudin (45) salah seorang pengecer BBM di Desa Medang Asem Kecamatan Jaya Kerta menaikkan harga premium Rp 5.500- Rp 6.000. Karena ia mengaku membeli dari SPBU seharga Rp.5.000 per liter dan antere cukup lama. Padahal biasanya harga per liter hanya Rp 4.500.
"Apalagi beberapa SPBU memberlakukan pembatasan pembelian bagi pembeli yang menggunakan jeriken. Sekarang kan premium susah didapat, jadi kalau harganya naik sudah biasa," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang petugas SPBU di Medangasem mengatakan sudah empat hari terakhir pasokan premuim dari Pertamina datangnya terlambat apalagi berbarengan Hari Raya Idul Adha. Cie
Tidak ada komentar:
Posting Komentar