Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Rabu, 02 November 2011

Calon TKI 90 Persen Pinjam Uang ke Renternir

PURWOKERTO, ReALITA Online — Sekitar 90 persen calon tenaga kerja Indonesia (TKI) yang hendak berangkat keluar negeri meminjam uang dari renternir dengan bunga sangat mencekik. Kondisi itu menyebabkan kesejahteraan keluarga TKI sulit terangkat meskipun mendapat upah lumayan di perantauan.

Demikian disampaikan Asisten Deputi Urusan Analisis Kebijakan Makro Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Bobby Hamzar Rafinus, Rabu (2/11/2011), di sela sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para calon TKI di Banyumas dan sekitarnya.

"Penelitian Bank Dunia, 90 persen TKI pinjam uang dengan bunga yang sangat tinggi dibandingkan suku bunga pada umumnya. Sisanya membiayai dengan uang sendiri dan bank resmi. Ini yang membuat kami sangat prihatin," ujar Bobby.

Untuk itu, KUR bagi TKI diharapkan menjadi solusi bagi pembiayaan para calon buruh migran sebelum berangkat ke negara tujuan. KUR bagi TKI memiliki dua skema.

Skema pertama, KUR Mikro, yaitu KUR dengan plafon sampai dengan Rp 20 juta yang dikenai suku bunga kredit/margin pembiayaan maksimal sebesar atau setara 22 persen efektif per tahun.

Skema kedua adalah KUR TKI Ritel dengan plafon di atas Rp 20 juta dikenai suku bunga kredit/margin pembiayaan maksimal setara 14 persen efektif per tahun.

"Tujuan program ini adalah untuk membantu TKI dalam pembiayaan proses penempatan bekerja di luar negeri. Selain itu, juga memastikan TKI ditempatkan dengan kontrak yang jelas, haknya dipenuhi, dan memperoleh pelayanan yang layak," kata Bobby.

Program ini pun diharapkan mendorong TKI bekerja produktif dan mematuhi ikatan kontrak, dengan adanya transparansi pembayaran gaji dan potongan melalui perbankan. Selain itu, meningkatkan remitansi melalui lembaga keuangan. kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar