Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 11 November 2011

Remaja Tewas Pesta Miras, Keluarga Minta Ganti Rugi

BEKASI, ReALITA Online — Pesta minuman keras oplosan mengakibatkan Basri Bahtiar,(16),siswa sekolah Bina Bangsa tewas Rabu,(9/11/2001), setelah dirawat dua hari di RS Medika, Cikarang. Sedangkan tiga rekannya selamat. Warga Sukamulya, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, ini beberapa hari sebelumnya pesta minuman keras bersama Adul(16), Alex (19), dan Nano (20).

Marisa sepupu korban, menuturkan kejadian tersebut cukup mengagetkan pihak keluarga. Sebab, korban dikenal tak pernah mengonsumsi minuman keras, walaupun ketiga orang lainnya memang dikenal terbiasa mengkonsumsi miras.

Tidak ada kecurigaan sebelumnya saat korban pamit bersama ketiga rekannya yang masih memiliki hubungan keluarga. Selain itu, rumah ketiganya pun masih bertetangga.

Dari penuturan ketiganya, Marisa mengungkapkan pesta miras dilakukan Sabtu, (5/11), malam. Saat itu mereka meminum minuman campuran mansion, susu, soffel, dan pil.

Korban, lanjut Marisa, seusai menegak minuman beracun tersebut tidak pulang. Pesta justru dilanjutkan pada keesokan harinya.

“Karena khawatir tidak pulang, Minggu (6/11) sore, keluarga nyariin. Ketemulah di tanggul Pasar Bancong,” ujarnya.

Marisa menyatakan saat ditemukan, Basri sudah dalam kondisi mabuk parah. Tangannya terlihat kaku dan tidak bisa digerakkan. Mulut korban kaku dan terlihat muntah mengeluarkan busa.

Sayang, meski dalam kondisi tersebut, keluarga tidak segera membawa korban ke rumah sakit. Pihak keluarga hanya membawa ke rumah dengan harapan kondisi Basri perlahan membaik.

“Tapi ternyata kondisinya ga makin baik. Senin (7/11) pagi, akhirnya keluarga membawa ke RSUD. Tapi, karena tidak ada ICU dibawa ke RS Medika,” katanya.

Setelah menjalani perawatan selama dua hari, nyawa Basri tak tertolong. Ia menghembuskan napas terakhir Rabu (9/11) sore. Sementara ketiga teman korban masih dalam kondisi sehat.

Menurut Marisa kejadian tersebut menjadi pukulan bagi keluarganya. Sehingga, memutuskan untuk menuntut ganti rugi kepada orang tua ketiga temannya. Karena keluarga korban menilai, ketiganyalah menjadi penyebab nyawa Basri melayang.

“Basri itu ga pernah minum. Yang tiga lagi memang sering. Makanya, keluarga akan menuntut atas kejadian ini,” tandas dia.

Keluarga, lanjut Marisa, menuntut ganti rugi senilai Rp 4 juta per orang. Copyright: Cie, Sumber: Pos Kota

Tidak ada komentar:

Posting Komentar