![]() |
| sawah terendam banjir |
SUBANG,
REALITA Online — Ratusan
bahkan sekitar seribu hektare sawah di Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang
hingga kini masih terendam banjir luapan sungai. Akibatnya tidak sedikit petani
yang harus tanam ulang karena tanamannya terendam lebih dari 2 hari dan ada
juga yang belum ditanam akhirnya mubazir.
Hasil
pemantauan, Minggu (29/1), sawah yang terendam berada di Desa Tanjung Tiga,
Desa Muara, Desa Langensari, Desa Jayamukti, Desa Rawa Mekar serta Desa
Rawameneng. Menurut warga, penyebab terendamnya ribuan hektare sawah tersebut,
selain tingginya curah hujan, juga disebabkan sejumlah saluran yang melintasi
sejumlah persawahan di wilayah tersebut dangkal dan menyempit di daerah hilir.
"Saya
bingung karena lahan sawah menjadi lautan, padahal 3 hari lalu siap
tanam," ungkap Wandi (45), petani penggarap sawah di Blok Jajahan, Desa Rawameneng.
Banjir ini terjadi setiap tahun, namun hingga kini belum ada solusi yang baik
dari pemerintah.
Kades
Rawameneng, H. Adik L.F. Solihin menyebutkan, sawah yang terendam mencapai 150
hektare, mulai dari sawah Blok Jajahan dan sebagian sawah Blok Tegal Tangkil.
Hal ini disebabkan pendangkalan saluran pembuang di hilir dan pihaknya hingga
kini kesulitan mengatasi persoalan tersebut.
"Persoalan
sawah yang selalu terkena banjir ini telah berkali-kali diusulkan pada
musrenbangdes maupun musrenbangcam, bahkan diusulkan ke sejumlah instansi,
namun belum membuahkan hasil," katanya.
Kepala
Desa Tanjung Tiga, Darlam mengatakan, sekitar 350 hektare sawah di Blok Suka
Baru, Blok Suka Tani, Blok Tanjung Tiga, dan sebagian Blok Sumur Sapi setiap
tahun terendam air sehingga tidak bisa ditanami padi.
Menurut
H. Karya Zakaria, warga pesisir, selain kerap dilanda banjir, ratusan nelayan
juga memilih menambatkan perahunya daripada melaut. "Di Blanakan ini cukup
banyak nelayan yang berhenti bekerja akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi,
karena mereka rata-rata menggunakan perahu kecil dan takut melaut,"
ujarnya.
Untuk
mengisi waktu luang, sehari- harinya para nelayan itu memperbaiki mesin dan
peralatan menangkap ikan.
Ketua
Fraksi Partai Demokrat DPRD Subang, H. Karya Zakaria yang juga warga setempat,
merasa prihantin karena banjir bukan saja diakibatkan curah hujan tinggi,
tetapi juga akibat banyaknya sungai yang dangkal dan menyempit.
"Jadi
saya berharap pemerintah daerah, provinsi maupun pusat, melaksanakan programnya
tahun ini. Sebab bila tidak, hal serupa akan terus berulang sehingga kerugian
bukan saja menimpa petani, tapi juga pemerintah, karena pengadaan beras
terhambat," katanya di Kota Kecamatan Blanakan, Subang, Minggu (29/1). GM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar