Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 31 Mei 2012

DPC PDIP Kota Bekasi Gunakan Dana Balon Untuk Pelaksanaan Uji Publik


BEKASI, ReALITA Online — Dewan Perwakilan Cabang (DPC) PDIP Kota Bekasi akan mempergunakan dana pendaftaran yang terkumpul dari 13 bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi sebagai biaya pelaksanaan uji publik terhadap nama-nama yang terjaring.
Ketua Desk Pilkada DPC PDIP Kota Bekasi Darius Dolok Saribu mengatakan, dari ketiga belas bakal calon yang terjaring terkumpul dana Rp 130 juta. Ketika pengambilan formulir, masing-masing bakal calon menyerahkan uang sebesar Rp 10 juta.
"Uang itu bukan untuk membeli formulir, tapi nantinya akan dipergunakan untuk kepentingan para bakal calon juga. Sebab ada sejumlah tahapan yang akan dilakukan untuk mengetahui tingkat popularitas, elektabilitas, dan kapabilitas mereka di mata masyarakat," kata Darius kala menggelar konferensi pers di Sekretariat DPC PDIP Kota Bekasi, Kamis (31/5).
Tahapan yang dimaksud ialah pemasangan baliho ketiga belas bakal calon di seantero Kota Bekasi. Masing-masing bakal calon juga dijadwalkan menggelar sosialisasi ke seluruh Perwakilan Anak Cabang (PAC) dan ranting. Selain itu, DPC PDIP akan menggandeng salah satu lembaga survey terpercaya untuk melakukan penilaian terhadap para bakal calon.
"Sejujurnya, dana yang terkumpul hanya cukup untuk membayar lembaga survey. Sementara sisanya, akan ditanggung bersama oleh para bakal calon. Saat mengambil formulir pendaftaran, mereka telah sepakat untuk bergotong royong menutupi dana yang dibutuhkan untuk proses seleksi ini," kata Darius.
Hasil survey, lanjut Darius, akan dijadikan sebagai salah satu bahan pertimbangan DPC yang akan merekomendasikan nama-nama bakal calon ke Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Barat. Selain itu, penilaian juga dlakukan selama bakal calon menggelar sosialisasi sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Mengenai penentuan bakal calon yang akan diusung sebagai wali kota atau wakil wali kota bahkan pasangan wali kota dan wakilnya berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.
"Jika pada akhirnya nama yang direkomendasikan dianggap tidak kredibel oleh DPP, bisa saja mereka menyodorkan nama yang mereka pilih," katanya. PRLM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar