BEKASI,
ReALITA Online — Asosiasi
Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi segera melayangkan surat protes kepada
Perusahaan Gas Negara (PGN) terkait kenaikan harga gas industri karena dianggap
tidak wajar. Jika kenaikan harga gas tetap diberlakukan, Apindo khawatir
perusahaan-perusahaan yang mengandalkan gas sebagai energi penggerak roda
produksinya, bisa kolaps.
Ketua
Apindo Kota Bekasi Purnomo Narmiadi menyatakan, kenaikan harga gas yang
ditetapkan tiba-tiba itu seakan-akan menjebak pengusaha. Sebab, PGN tidak
pernah menyosialisasikan, apalagi mengajak diskusi perusahaan langganannya.
"Tahu-tahu
kami mendapat surat pemberitahuan yang menginformasikan kenaikan harga
tersebut. Kenaikannya pun tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai 55 persen.
Lucunya, surat tertanggal 1 Mei 2012 itu baru kami terima sekitar 12 Mei 2012.
Bahkan ada perusahaan yang sampai sekarang ini belum tahu perihal kenaikan
harga ini," ucap Purnomo seperti dikutip PRLM saat ditemui, Selasa (22/5).
Kenaikan
tersebut dinilai jauh dari kewajaran. Alasan kenaikannya pun tidak tidak
didasari pertimbangan yang jelas. Jika alasan kenaikan adalah keterbatasan
produksi gas, maka kebijakan ini kontraproduktif dengan kampanye pemerintah
selama ini yang menggalakkan peralihan sumber energi dari minyak ke gas.
"Sebelumnya
pemerintah bilang produksi gas akan ditingkatkan karena secara bertahap
kendaraan bermotor diharuskan beralih ke gas. Sumber-sumber baru akan
dieksplorasi, tapi nyatanya malah menaikkan harga sepihak seperti sekarang ini.
Mana mungkin masyarakat tertarik beralih ke gas jika seperti ini,"
katanya.
Purnomo
menyebutkan, sekitar 60 persen anggotanya mengandalkan gas sebagai energi
penggerak produksi-- sangat keberatan dengan kenaikan tersebut. Sebab,
perusahaan tak memiliki alternatif lain, karena selama ini pengadaan gas untuk
konsumsi industri dimonopoli oleh PGN. Sementara, jika harus beralih ke sumber
energi lain pun tidak memungkinkan, karena perusahaan sejak awal sudah diset
menggunakan gas yang disalurkan melalui jaringan pipa.
"Mau
tak mau kami bertahan dengan mengonsumsi gas dari PGN. Namun jika harganya
melambung seperti itu, banyak perusahaan yang akan kesulitan menutupi biaya
produksi. Sebab menutupinya dengan menaikkan harga belum tentu bisa.
Salah-salah, perusahaan merugi dua kali karena ditinggalkan konsumen,"
katanya.
Menurutnya,jika
hal ini dibiarkan berlanjut, bukan tidak mungkin perusahaan-perusahaan kolaps
satu per satu. Kekuatan perekonomian
negara pun bisa hancur. Maka dari itu, Apindo berharap PGN tidak berkeras hati dan mau menunda kenaikan harga sambil membahasnya terlebih dahulu. Supaya kenaikan harga tidak memberatkan perusahaan.
negara pun bisa hancur. Maka dari itu, Apindo berharap PGN tidak berkeras hati dan mau menunda kenaikan harga sambil membahasnya terlebih dahulu. Supaya kenaikan harga tidak memberatkan perusahaan.
Selain
melayangkan protes kepada PGN, Apindo Kota Bekasi pun berharap perjuangan
penolakan mereka terkait kenaikan harga gas bisa ditindaklanjuti Apindo Jawa
Barat dan pengurus pusat Apindo.Sumber:PRLM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar