Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 22 Mei 2012

Harga Gas Industri Naik, Apindo Protes


BEKASI, ReALITA Online — Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi segera melayangkan surat protes kepada Perusahaan Gas Negara (PGN) terkait kenaikan harga gas industri karena dianggap tidak wajar. Jika kenaikan harga gas tetap diberlakukan, Apindo khawatir perusahaan-perusahaan yang mengandalkan gas sebagai energi penggerak roda produksinya, bisa kolaps.
Ketua Apindo Kota Bekasi Purnomo Narmiadi menyatakan, kenaikan harga gas yang ditetapkan tiba-tiba itu seakan-akan menjebak pengusaha. Sebab, PGN tidak pernah menyosialisasikan, apalagi mengajak diskusi perusahaan langganannya.
"Tahu-tahu kami mendapat surat pemberitahuan yang menginformasikan kenaikan harga tersebut. Kenaikannya pun tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai 55 persen. Lucunya, surat tertanggal 1 Mei 2012 itu baru kami terima sekitar 12 Mei 2012. Bahkan ada perusahaan yang sampai sekarang ini belum tahu perihal kenaikan harga ini," ucap Purnomo seperti dikutip PRLM saat ditemui, Selasa (22/5).
Kenaikan tersebut dinilai jauh dari kewajaran. Alasan kenaikannya pun tidak tidak didasari pertimbangan yang jelas. Jika alasan kenaikan adalah keterbatasan produksi gas, maka kebijakan ini kontraproduktif dengan kampanye pemerintah selama ini yang menggalakkan peralihan sumber energi dari minyak ke gas.
"Sebelumnya pemerintah bilang produksi gas akan ditingkatkan karena secara bertahap kendaraan bermotor diharuskan beralih ke gas. Sumber-sumber baru akan dieksplorasi, tapi nyatanya malah menaikkan harga sepihak seperti sekarang ini. Mana mungkin masyarakat tertarik beralih ke gas jika seperti ini," katanya.
Purnomo menyebutkan, sekitar 60 persen anggotanya mengandalkan gas sebagai energi penggerak produksi-- sangat keberatan dengan kenaikan tersebut. Sebab, perusahaan tak memiliki alternatif lain, karena selama ini pengadaan gas untuk konsumsi industri dimonopoli oleh PGN. Sementara, jika harus beralih ke sumber energi lain pun tidak memungkinkan, karena perusahaan sejak awal sudah diset menggunakan gas yang disalurkan melalui jaringan pipa.
"Mau tak mau kami bertahan dengan mengonsumsi gas dari PGN. Namun jika harganya melambung seperti itu, banyak perusahaan yang akan kesulitan menutupi biaya produksi. Sebab menutupinya dengan menaikkan harga belum tentu bisa. Salah-salah, perusahaan merugi dua kali karena ditinggalkan konsumen," katanya.
Menurutnya,jika hal ini dibiarkan berlanjut, bukan tidak mungkin perusahaan-perusahaan kolaps satu per satu. Kekuatan perekonomian
negara pun bisa hancur. Maka dari itu, Apindo berharap PGN tidak berkeras hati dan mau menunda kenaikan harga sambil membahasnya terlebih dahulu. Supaya kenaikan harga tidak memberatkan perusahaan.
Selain melayangkan protes kepada PGN, Apindo Kota Bekasi pun berharap perjuangan penolakan mereka terkait kenaikan harga gas bisa ditindaklanjuti Apindo Jawa Barat dan pengurus pusat Apindo.Sumber:PRLM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar