Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 24 Mei 2012

Jangan Bikin Bingung Rakyat Soal Capres 2014


JAKARTA, ReALITA Online — Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 masih dua tahun lagi. Karenanya, untuk saat ini rakyat jangan melulu disuguhi dan dipertontonkan soal calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres). Demikian disampaikan Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, Kamis 24 Mei 2012.
"Lebih baik sekarang menunjukkan kerja, kinerja, empati, program-progam yang bener-bener pro rakyat, bukan hanya dibuat pencitraan belaka. Termasuk juga tunjukkan pikiran-pikiran yang visioner," kata Marwan.
Dijelaskannya, memunculkan capres dan cawapres terlalu dini akan memperburuk citra parpol, karena dapat dituding hanya memikirkan kekuasaan belaka. Meskipun, tanpa dipungkiri, sosialisasi capres dan cawapres perlu.
"Jika terlalu dini akan tidak baik jika dikorelasikan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Tercukupinya akan, papan, dan sandang," jelas Marwan.
Bahkan yang tidak masuk akal, kata Marwan, adalah muncul atau dimunculkannya beberapa capres dan cawapres yang sama sekali tidak punya massa akar rumput (grass root).
"Tanpa punya basis yang jelas. Hanya bermain-main ditingkat elit, dan bahkan elitis," ucapnya.
Menurutnya, memimpin negara sebesar dan sekompleks Indonesia ini tidak mudah. Tidak cukup hanya membaca buku saja dan mengisi seminar-seminar.
"Capres butuh visi yang futuristik dengan mengenali lebih dalam realitas sosial masyarakat di level paling bawah. Di desa-desa, di kampung-kampung, di pedalaman-pedalaman, di pulau-pulau terpencil, di perbatasan-perbatasan," jelas Marwan. VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar