Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 25 Mei 2012

Pemkab Karawang Canangkan Gerakan Percepatan Tanam


KARAWANG, ReALITA Online — Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencanangkan Komando Gerakan Percepatan Tanam Musim Gadu 2012 dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman, Kamis (24/5), agar pencapaian target produksi padi di Karawang tahun ini tidak meleset.
Komando Gerakan Percepatan Tanam Musim Gadu 2012 dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman itu dipimpin langsung oleh Bupati Karawang, Ade Swara, di Desa Lemah Mukti, Kecamatan Lemah Abang, Karawang, Kamis (24/5).
Bupati Karawang Ade Swara mengatakan bahwa target produksi padi di Karawang pada tahun ini mencapai 1,51 juta ton gabah kering panen.
Untuk mencapai target itu, kata Bupati, perlu dilakukan upaya-upaya melalui program strategis, di antaranya mencanangkan gerakan percepatan musim tanam.
Ia mengatakan bahwa peningkatan kesejahteraan terhadap petani bisa melalui aksesibilitas teknologi, serta melalui pengembangan informasi sarana dan kemitraan.
Atas hal tersebut, Bupati menyarankan berbagai komponen terkait bisa membimbing dan mengajak petani dengan cara memberikan penyuluhan agar mereka mau dan mampu mengelola usaha taninya dengan melakukan berbagai inovasi sehingga produktivitas padi bisa meningkat.
Menurut dia, sektor pertanian di Karawang mencakup pembangunan pertanian dalam arti luas dan selaras untuk mewujudkan empat sukses pembangunan pertanian, yakni pencapaian swasembada berkelanjutan melalui peningkatan produksi dan produktivitas pertanian, perikanan dan kehutanan.
Selain itu, lanjut dia, peningkatan diversifikasi pangan melalui penganekaragaman komoditas pertanian, meningkatkan daya saing, dan ekspor melalui penanganan pascapanen dan komoditas olahan. ANT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar