KARAWANG,
ReALITA Online — PT Ristia Bintang Mahkota Sejati
Tbk (RBMS) terus mengembangkan bisnisnya. Perusahaan yang bergerak di bidang
properti ini berencana membidik ekspansi dengan membuka lahan baru.
"Kami
tambah lahan di daerah Karawang Timur," ujar Richard Wiriahardja,
Komisaris Utama RBMS saat paparan publik di Jakarta, Jumat (25/5). Menurut dia,
RBMS sudah memperoleh izin pengelolaan lahan seluas 15 hektare (ha).
Hingga
saat ini, lahan yang sudah dibebaskan adalah 10 ha. Nantinya lahan akan
digunakan untuk pembangunan perumahan. Sebagian lahan lagi akan dijadikan area
komersial seperti pusat perbelanjaan dan hotel.
"Kami
masih melakukan visibility study, apakah lahan itu sepenuhnya untuk perumahan
atau bisa dikombinasikan dengan pengembangan kawasan komersial," jelas
Richard. Untuk ekspansi lahan tersebut, perusahaan menganggarkan dana belanja
modal Rp 75 miliar.
Jika
tak ada aral melintang, RBMS akan membangun perumahan itu mulai tahun depan.
Tahun ini, perusahaan baru foksus untuk mempersiapkan lahannya, seperti
menguruk tanah. Sementara target pasar perumahan tersebut adalah kalangan
menengah atas dengan kisaran harga jual antara Rp 150 juta hingga 400 juta per
unit.
Richard
yakin, dengan iklim ekonomi Indonesia yang terus tumbuh, sektor usaha properti
masih akan menguntungkan. "Daya beli masyarakat terus meningkat dan
penduduk terus bertambah sehingga kebutuhan akan hunian juga meningkat,"
ujarnya.
Catatan
saja, RBMS merupakan pemilik perumahan Bintang Metropole di Bekasi dengan luas
lahan 20 ha. Perseroan juga pemilik perumahan Mahkota Simprug di Ciledug seluas
45 ha dan mengembangkan kawasan perumahan di Cipondoh Tangerang seluas 15 ha.
Terjun
ke bisnis perhotelan
Ekspansi
RBMS tidak berhenti sampai di situ. Akhir 2011 lalu, perseroan telah
mengakuisisi 40% saham milik PT Tiara Raya Bali International (TRBI). Dengan
akuisisi ini, perusahaan memperluas sayap bisnis ke sektor perhotelan.
Sekedar
tahu saja, TRBI adalah pemiliki hotel bintang lima dengan brand Le Meridien.
"Saat ini kami sedang proses pembangunan hotel pertama kami di kawasan
Jimbaran, Bali," ujar Richard.
Rencananya
proyek pembangunan akan selesai 2012, dan iperasional hotel baru bisa dilakukan
awal 2013. Menurut Richard, pembangunan konstruksi sudah selesai dan akan
dilakukan finishing.
Ia
mengatakan, nilai investasi untuk pembangunan hotel ini berkisar US$ 30 juta.
Dana diperoleh dari kas internal dan pinjaman dari Bank Negara Indonesia (BNI).
kontan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar