KARAWANG, ReALITA Online — Japan
Gas Corporation (JGC) berhasil mengubah bentuk batubara dari padat menjadi cair
(minyak-Red). Dengan perubahan bentuk tersebut penggunaan batubara sebagai
bahan bakar tidak akan menyisakan limbah yang berbahaya bagi kesehatan.
Perubahan
bentuk bahan bakar itu didemontrasikan pihak JGC pada pabrik miliknya yang
terletak di Desa Kutamekar, Kecamatan Ciampel, Kamis (24/5/12). Hadir dalam
acara tersebut Chairman Emeritus of JGC Grup Yoshiro Shegehisa, Anggota DPD
Ginanjar Kartasasmita, Fadel Muhammad, Vice President Director JGC, Nurdin Haris,
duta Besar RI untuk Jepang, Muhammad Lutfi, dan Direktur Jendral Mineral dan
Batubar Kementerian ESDM, DR. Thamrin Sihite, serta segenap tamu udangan
lainnya.
Produk
minyak yang berasal dari batubara ini dinamakan JGC Coal Fuel (JCF). Pabrik
yang berada di Karawang ini mampu mengolah bahan baku 10 ribu ton/tahun,” ujar
Yoshiro.
Dikatakan,
pada tahun 2015 mendatang pihak JGC akan memasarkan produknya secara komersial
dengan kapasitas satu juta ton per tahun.”Ketika sumber BBM semakin langka,
keberadaan JCF dapat menggantikan BBM tersebut,” kata Yoshiro.
Menurut
dia, JGC sengaja memilih Indonesia dalam menerapkan teknologinya karena
Indonesia memiliki kandungan batu bara sangat besar. Bahkan produksi batubara
merupakan terbesar ke-4 di dunia.
Di
tempat yang sama DR Thamrin S. mengatakan, kementerian ESDM menyambut baik
keberadaan pabrik pengolahan batubara tersebut. Sebab, keberadaan pabrik itu
telah memberikan nilai tambah batubara sebagai alternatif bahan bakar masa
depan.
Menurut
dia, Indonesia sangat kaya akan mineral. Kekayaan itu tentunya harus
dimanfaatkan secara maksimal untuk mensejahterakan rakyat. PRLM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar