JAKARTA,
ReALITA Online — PT Perusahaan Listrik Negara
(Persero) menargetkan jumlah pengguna listrik prabayar di Indonesia bisa
mencapai lebih dari 6,5 juta pelanggan. Untuk itu, perseroan tersebut akan
memperluas layanan listrik prabayar.
Demikian
disampaikan Direktur Perencanaan dan Manajemen Risiko PT PLN Murtaqi Syamsudin,
Kamis (10/5/2012), di Jakarta.
Saat
ini, jumlah pengguna listrik prabayar golongan rumah tangga baru 11 persen,
dari total 42,5 juta pelanggan rumah tangga. Afrika Selatan, dengan jumlah
pelanggan rumah tangga lebih dari 4 juta pelanggan, hampir semuanya menggunakan
listrik prabayar.
“Menjadi
tantangan bagi PLN agar pelanggan listrik prabayar bertambah tidak saja dari
pelanggan baru, tetapi juga dari migrasi pelanggan pascabayar," kata
Murtaqi. Saat ini jumlah pengguna listrik prabayar telah mencapai 5 juta
pelanggan dan tersebar di 27 provinsi di Indonesia mulai dari Aceh sampai
Papua.
Sebagian
besar pelanggan berada di Jawa dan Bali. Pelanggan di Jawa Barat dan Banten
menjadi pelanggan tertinggi se-Indonesia dengan 1.663.528 pelanggan. Disusul
Jawa Timur 853.685 pelanggan, Jawa Tengah dan DIY 581.443 pelanggan, Jakarta
dan Tangerang 486.599 pelanggan, dan Bali 216.259 pelanggan.
Di
Nusa Tenggara Barat sebanyak 206.505 merupakan pelanggan listrik prabayar
tertinggi untuk Indonesia bagian timur. Disusul oleh Nusa Tenggara Timur dengan
120.179 pelanggan. Di Indonesia bagian barat, urutan tertinggi pelanggan
listrik prabayar ada di Lampung dengan 138.772 pelanggan.
Menurut
Murtaqi, pencapaian jumlah pelanggan Listrik Pintar lebih cepat dari target
akhir tahun 2012. Hal ini didukung oleh pemilihan teknologi meter prabayar
berstandar internasional, dengan sistem terbuka, yang artinya banyak produsen
meter prabayar dapat berpartisipasi menyediakan meter prabayar.
"Sistem
terbuka mampu membuat harga meter menjadi kompetitif dan layanan purna jual
lebih baik," kata Murtaqi.
Selain
itu, ada jejaring yang menyediakan titik-titik akses pembelian ulang token isi
ulang listrik prabayar bagi pelanggan, yang didukung sistem perbankan dan jaringan
transaksi online.
Pelanggan
bisa dengan mudah mengatur waktu dan jumlah pembelian token sesuai kemampuan
masing-masing. Saat ini pembelian token isi ulang dapat dilakukan melalui teller bank, ATM, internet banking,
dan kios. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar