MANADO, ReALITA Online — Menteri Riset dan Teknologi
Gusti Muhammad Hatta menyatakan, pemerintah serius memproduksi mobil bertenaga
listrik menggantikan mobil berbahan bakar fosil. Produksi massal mobil
bertenaga listrik diharapkan berlangsung pada 2014.
Menurut Menristek
di Manado, Minggu (13/5/2012), peta jalan produksi massal mobil bertenaga
listrik akan disusun bersama pakar mobil listrik dari empat perguruan tinggi,
yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Surabaya (ITS),
Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
"Pemerintah sangat
serius mobil listrik. Empat perguruan tinggi akan lebih dulu memaparkan
presentasi mereka di depan Presiden Juni depan, setelah itu dibuat roadmap sampai produksi tahun
2014," kata Menristek seusai mengikuti presentasi Panel Ilmiah Independen
mengenai lingkungan Teluk Buyat pascatambang Newmont Minahasa Raya.
Dikatakannya,
pengadaan mobil listrik sangat penting menggantikan mobil berbahan bakar fosil
yang terus berkurang. Menurut Menristek, keseriusan pemerintah memproduksi
mobil listrik dinyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam beberapa
pertemuan kabinet. Pemerintah bahkan telah mengalokasi dana Rp 100 miliar untuk
kepentingan penelitian.
Pemerintah juga
menjajaki kerja sama produksi mobil listrik dengan PT Astra yang memproduksi
mobil jenis hybrid.
"Akan tetapi, persoalan terletak pada nilai pajak yang tinggi. Lagi dicari
solusi apakah pajak komponen ekspor mobil Astra dapat diturunkan,"
ungkapnya.
Kementerian Ristek
juga mendanai Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengembangkan microbus atau bus listrik. Menurut
Gusti, pihaknya sudah memiliki prototipe mobil listrik microbus, tetapi masih perlu
penelitian lebih lanjut.
Gusti mengatakan,
penelitian mobil listrik perlu komprehensif, termasuk bagaimana memproduksi
baterai dan insfrastruktur pengisian listrik yang mesti tersedia dengan baik.
"Infrastruktur stasiun isi ulang baterai harus dibuat. Kalau tidak,
bagaimana mobil bisa jalan jauh," tambahnya.
Pengamat otomotif
di Manado, Abner Kakunsi, mengatakan, produksi mobil listrik tak begitu rumit.
Mobil listrik sendiri sudah diproduksi massal di negara-negara maju seperti di
Eropa. Dikatakan, krisis energi yang melanda dunia membuat sejumlah produsen
mobil dunia menaruh perhatian serius terhadap mobil listrik.
"Sebuah
produsen mobil Jepang sudah memproduksi 30.000 mobil listrik," katanya.
Dikatakan,
mobil listrik memiliki beberapa kelebihan potensial jika dibandingkan dengan
mobil bermesin pembakaran dalam biasa. Yang paling utama adalah mobil listrik
tidak menghasilkan emisi kendaraan bermotor. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar