JAKARTA, ReALITA Online — Penyebab kecelakaan pesawat
Sukhoi Superjet 100 diperkirakan baru akan diketahui setahun lagi. Hal itu
berdasarkan penilaian konsultan bisnis PT Trimarga Rekatama, Sunaryo, di
Jakarta, Minggu (13/5/2012). Menurut dia, tim Komite Nasional Keselamatan
Transportasi atau KNKT bekerja sama dengan tim Rusia terus menelusuri penyebab
kecelakaan tersebut.
"Memang kalau
kecelakaan pesawat seperti ini, saya 35 tahun di AU (Angkatan Udara),
permasalahan-permasalahan seperti ini sudah berpuluh kali. Penyebabnya bisa
diketahui sampai satu tahun lagi. Itu juga sulit, kebukanya baru beberapa tahun
kemudian," katanya.
Sunaryo
menambahkan, kedua belah pihak terus melakukan koordinasi dalam
menyelidiki penyebab kecelakaan. Dia memastikan, tim Rusia akan terbuka dalam
mengungkapkan kemungkinan penyebab yang ada.
Tim KNKT baik
Indonesia maupun Rusia masih menyelidiki, bekerja sama, tetapi leader-nya
tetap Indonesia. Jadi, semua juga bingung. Itu pesawat supercanggih, kenapa
bisa ada kejadian seperti ini,” ujarnya.
Sejauh ini, menurut
Sunaryo, kendala yang dihadapi tim penyelidik adalah terkait fakta penting yang
belum lengkap. ”Apa yang dibutuhkan dicatat, mesinnya dicek, data-data yang
diperlukan belum lengkap. Semua dijadikan jadi satu,” tuturnya.
Sebanyak 82 anggota
KNKT Rusia semalam telah tiba di Indonesia dan telah disebar ke tiga tempat
penugasan. Tim forensik bertugas di RS Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta,
sedangkan tim administrasi di Bandara Halim Perdanakusuma.
Sementara itu, tim
penyelidik sudah berada di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat. Pihak perwakilan
Sukhoi di Indonesia juga menyediakan penerjemah apabila dibutuhkan. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar