Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 22 Mei 2012

Pemasok Daging Dirampok Penjual Daging


BEKASI,ReALITA Online — Endang Tirtana penjual daging meringkuk di sel tahanan Kepolisian Resor Kota Bekasi, Selasa (22/5/2012). Endang ditangkap di Cikarang Utara pada Jumat (17/5/2012).
Kepala Polresta Bekasi Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat menyatakan, Endang disangka terlibat perampokan terhadap Herman yang juga pemasok daging ,Selasa (1/5/2012), pukul 19.30, di Gang Anggrek, Jalan Lio Kencana RT 2 RW 9, Cikarang Kota, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bekasi Komisaris Dedy Murti Haryadi menambahkan, Endang dalam aksinya bersama tiga orang rekannya, yakni Wawan, Iwan Suhada, dan Helmi.
Wawan dan Iwan ditangkap dan ditahan oleh jajaran Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Utara. Sedangkan Helmi masih dalam pengejaran petugas.
"Dari pengembangan dan kerja sama dengan Polres Metro Jakut, kami menangkap tersangka (Endang)," kata Dedy.
Modus perampokan kelompok Endang dengan cara mengintai korban dan mencari waktu yang tepat. Komplotan ini beroperasi dengan bersepeda motor Honda Supra X 125 dan Yamaha Mio serta bersenjata golok.
Ketika Herman melintas sambil membawa tas berisi uang hasil memasok daging, komplotan Endang mengejar dan memepet korban.
Herman diancam dengan golok. Tas berisi uang Rp 68 juta dirampas berikut dua telepon seluler merek Cross dan sejumlah faktur penjualan. Setelah beraksi, korban melarikan diri, tetapi secara bertahap berhasil dilacak dan ditangkap, kecuali Helmi yang masih buron. 
Dedy mengatakan, korban dan tersangka Endang saling mengenal sebagai sesama penjual daging di Kota Bekasi. Sumber: kompas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar