KARAWANG,
ReALITA Online — Pihak Kepolisian Sektor Cikampek
di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meminta warga Desa Parakan yang anggota
keluarganya menjadi korban pencabulan oleh Entis Sutisna segera melapor untuk
membantu penyelidikan kasus tersebut.
"Jumlah
korban pencabulan yang diduga dilakukan Entis saat ini masih terus didata,
belum ada jumlah pasti berapa anak dibawah umur yang menjadi korban pencabulan.
Kita masih terus melakukan pemeriksaan," kata Kepala Polsek Cikampek
Komisaris Andri Kurniawan di Karawang, Sabtu (19/5/2012).
Dikatakannya,
untuk memperjelas jumlah korban pencabulan tersebut, polisi meminta warga yang
anggota keluarganya merasa dirugikan atau yang menjadi korban pencabulan Entis
segera melapor.
Kasus
pencabulan tersebut, kata Andri, saat ini telah ditangani Polres Karawang.
Sebab, kasus itu melibatkan anak di bawah umur dan perlu penangangan secara
khusus, tepatnya di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang.
Sementara
itu, pascakejadian penyerbuan warga ke rumah pelaku, pihaknya menegaskan saat
ini kondisinya cukup kondusif. Pada Jumat dini hari kemarin, ratusan warga Desa
Parakan, Kecamatan Tirtamulya, Karawang, merusak rumah milik Entis Sutisna,
yang diduga melakukan pencabulan kepada lima anak dibawah umur.
Akibat
amukan massa, rumah milik Entis yang berlokasi di Dusun Parakan, Desa Parakan,
Kecamatan Tirtamulya, itu rusak dan barang seisi rumahnya berantakan. Pada
Jumat dini hari tersebut, warga yang datang secara bergerombolan langsung
melempari rumah Entis dengan batu dan menghancurkan dinding rumahnya.
Informasi
yang dihimpun menyebutkan, aksi massa merusak rumah Entis itu dipicu
adanya informasi kalau Entis telah melakukan pencabulan terhadap lima anak di
bawah umur. Pada saat itu warga mengetahui kalau Entis telah diamankan di Pos
Polisi Tirtamulya, sebuah pos polisi yang merupakan wilayah Polsek Cikampek.
Setelah
mendengar kabar diamankannya Entis di pos polisi, warga mendatangi Pos Polisi
Tirtamulya. Pada Kamis (17/5) tengah malam itu, warga hampir menyerang Pos
Polisi Tirtamulya. Tetapi aparat kepolisian dari Polres Karawang cepat datang
ke lokasi, sehingga tidak sampai terjadi penyerangan Pos Polisi Tirtamulya.
Akibat
kekesalan yang sudah memuncak, warga kemudian menuju rumah Entis. Sesampainya
di sekitar rumah Entis, ratusan warga langsung melempari rumah semi permanen
itu dengan batu, sehingga dinding rumah yang terbuat dari bambu dan triplek
hancur.
Meski
demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Karena para penghuni
rumah itu sudah mengungsi sebelum aksi penyerangan warga. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar