Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 18 Mei 2012

Menkopolhukam: Polri Masih Analisis Konser Lady Gaga


Menkopolhukam Djoko Suyanto
MATARAM, ReALITA Online — Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan, Polri masih menganalisis rencana konser Lady Gaga "The Born This Way Ball Tour" di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 3 Juni 2012.
"Jadi belum ada keputusan pembatalan konser Lady Gaga, tapi Polri masih menganalisis rencana pelaksanaan konser itu, evaluasi opini masyarakat yang pro dan kontra terhadap konser itu," kata Djoko di Mataram, Jumat (18/5).
Djoko merupakan salah satu Menteri Kebinet Indonesia Bersatu (KIB) II yang mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pertemuan terbatas yang digelar di Pendopo Gubernur Nusa Tenggara Barat, Jumat (18/5).
Ia mengatakan, belakangan ini mencuat berbagai opini, baik pro maupun kontra, juga mencuat opini seolah-olah Polri telah membatalkan rencana konser Lady Gaga atas desakan kelompok masyarakat tertentu.
Karena itu, Polri sedang menganalisa dan mengevaluasi semua masukan terkait rencana konser Lady Gaga, baik dari aspek kenyamanan, keamanan dan manfaat yang didapat dari pertujukan itu.
"Saya sudah beberapa kali berkoordinasi dengan Kapolri, dan diupayakan tidak hanya mengacu pada desakan satu kelompok karena masih ada waktu setengah bulan ke depan," ujarnya.
Djoko mengaku telah mengingatkan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo agar azas demokrasi tetap dikedepankan sehingga perlu ditempuh kebijakan kompromi dengan semua pihak terkait.
Kompromi dengan manajer artis dan pelaksana konser atau event organizer (EO) serta komponen masyarakat harus ditempuh agar tidak mendatangkan kerugian pada pihak manapun.
"Misalnya diberlakukan persyaratan seperti penampilannya harus sesuai dengan sosial budaya masyarakat Indonesia, syair dan lagunya harus disesuaikan dengan kondisi sosial masyarakat, tata panggungnya, dan geraknya, semua itu harus dibicarakan secara baik, dan tertulis dalam suatu perjanjian," ujarnya.
Menurut Djoko, jika semua hal penting itu dikompromikan secara baik, sikap pro dan kontra atau kepentingan terhadap konser Lady Gaga akan terselesaikan.
Selain itu, penyelesaian polemik rencana konser Lady Gaga itu akan menghindarkan Indonesia dari tudingan seolah-olah toleransi negara terhadap budaya dari luar negeri sangat rendah.
"Jadi masih dianalisis secara cermat dan dievaluasi dari semua aspek. Ini yang saya tegaskan kepada Kapolri agar menempuh cara itu. Masih ada setengah bulan ke depan untuk melakukan kompromi," ujarnya. ANT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar