![]() |
| helikopter Super Puma untuk evakuasi jenazah |
JAKARTA,
ReALITA Online — Kepala Badan SAR Nasional Marsekal
Madya TNI Daryatmo menegaskan bahwa tim SAR gabungan berhasil menemukan 12
jenazah korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100. Evakuasi saat ini terus
dilakukan melalui jalur darat dan udara."Sudah
dari pagi kami laksanakan evakuasi, baik lewat udara maupun darat, pada pukul
10.00, tim SAR sudah identifikasi 12 orang yang semuanya telah meninggal
dunia," ungkap Daryatmo, Jumat (11/5/2012) di Bandara Halim Perdanakusuma.
Daryatmo
mengatakan, saat ini semua jenazah masih berada di lokasi kecelakaan dan belum
berhasil dibawa ke helipad
terdekat. "Hingga saat ini masih di crash site, belum
dibawa ke helipad terdekat,"
ujarnya.
Identitas
dari para jenazah itu, diakui Daryatmo, juga masih belum bisa dipastikan.
Pasalnya, tim SAR masih fokus pada proses evakuasi jenazah. "Kami
mengucapkan belasungkawa semoga Tuhan yang Maha Esa memberikan ketabahan kepada
keluarga dan juga yang lain," kata Daryatmo.
Sebelumnya,
pesawat Sukhoi Superjet 100 dengan nomor penerbangan RA36801 hilang kontak pada
koordinat 06° 43' 08" Lintang Selatan dan 106° 43' 15" Bujur Timur.
Koordinat itu diperkirakan dekat Cidahu, Gunung Salak.
Penerbangan
yang dilakukan pesawat milik Rusia tersebut merupakan bagian dari demonstrasi
penerbangan yang diselenggarakan oleh PT Trimarga Rekatama.
Perusahaan
tersebut merupakan agen yang memperkenalkan pesawat Sukhoi kepada perusahaan
penerbangan di Indonesia.
Pesawat
melakukan penerbangan sebanyak dua kali. Penerbangan pertama dari Halim
Perdanakusuma menuju Palabuhanratu pukul 12.00 dengan penumpang pebisnis di
bidang penerbangan.
Setelah
terbang 35 hingga 45 menit, pesawat pun kembali ke Halim Perdanakusuma dalam
kondisi selamat.
Penerbangan
kedua dilakukan pada pukul 14.12 dengan mengangkut 45 orang. Delapan orang di
antaranya merupakan awak pesawat warga Rusia. Penumpang lainnya dari media
massa dan utusan perusahaan di bidang penerbangan.
Dalam
penerbangan kedua inilah, pesawat hilang kontak dan baru ditemukan pada Kamis
kemarin dalam kondisi sudah menjadi puing di tebing Gunung Salak. kompas

Tidak ada komentar:
Posting Komentar