Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 12 Mei 2012

Pemkot Bekasi Pertanyakan Kehadiran Awning Pasar


BEKASI, ReALITA Online — Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mempertanyakan keberadaan awning atau tenda di sejumlah pasar tradisional setempat karena dinilai ilegal dan hanya menimbulkan persoalan.
"Keberadaan awning dipertanyakan karena dalam rancangan awal pasar tidak pernah ada peruntukkan untuk lokasi pendirian awning," ujar Rahmat.
Menurut dia, awning tersebut sangat mencurigakan karena pengelolaannya di luar Dinas Perekonomian Rakyat (Dispera) Kota Bekasi. Berdirinya awning di lahan pasar ilegal karena tidak pernah menyetorkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan lain sebagainya.
Ini mencurigakan. Siapa yang awalnya berinisiatif mengadakan awning dan ke mana dana pendiriannya mengalir. Apakah menjadi dana tambahan untuk kepala pasar atau dimanfaatkan oknum," katanya.
Rahmat meminta agar pasar-pasar tak lagi memperbolehkan kehadiran awning. Sebab adanya awning hanya menimbulkan kesemrawutan, utamanya dalam hal instalasi listrik yang kabel-kabelnya dipasang sembarangan.
"Pemasangan kabel listrik yang seenaknya itu yang kerap memicu kebakaran hingga merugikan pedagang lain dan juga pemerintah karena asetnya rusak. Mestinya pasar-pasar bebas dari awning demi alasan keselamatan dan kerapian," katanya.
Rahmat mencontohkan, salah satu kasus tersebut terjadi baru-baru ini di wilayah setempat dimana sekitar 115 kios di Pasar Pagi Bintara terbakar akibat korsleting listrik di sejumlah awning.
"Diduga kuat peristiwa kebakaran Pasar Pagi Bintara akibat korsleting di bagian awning karena kabelnya berantakan dan seenaknya saja menempelkan listrik," demikian Rahmat.  ANT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar