BEKASI, ReALITA Online — Serikat buruh Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mendesak agar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) disesuaikan dengan angka kebutuhan riil, bukan berdasarkan survei kebutuhan hidup layak (KHL). Survei tersebut dianggap sudah tidak berpihak kepada buruh.Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSMPI) Kabupaten Bekasi Obon Tabroni menyatakan, banyak komponen kebutuhan kehidupan buruh yang tidak termasuk dalam perhitungan KHL.