CIKARANG, ReALITA Online — Jalan Negara mulai dari Lemahabang hingga perbatasan Tanjung Pura, kini banyak lubang. Bahkan lubang di jembatan Lemahabang saat ini sudah banyak pengendara sepeda motor korban berjatuhan terlebih pada malam hari.
Seperti yang terjadi pada Senin malam (20/12) sekitar pukul 23.00 WIB pengendara sepeda motor E 4941 RP yang meluncur dari arah Karawang tiba-tiba jatuh seketika saat melintas di lubang yang berdimeter 50 cm dan kedalaman 30 cm. Lubang maut itu persis berada di ujung jembatan arah timur. “Saya kira bukan lubang karena kelihatannya hitam,” ujar pengendara sepeda motor tersebut.
Menurut keterangan warga yang bermukim di ujung jembatan arah utara mengatakan, setiap malam sedikitnya 25 sepeda motor jatuh. Tapi beruntung belum ada korban tewas. “Kami sudah mencoba menutup dengat tanah pitrun, tapi dikarenakan hujan tumpukan tanah tergerus,” ungkap warga.
Ruas jalan negara tersebut baru diperbaiki dan diaspal hotmix, belum ada setahun setelah diperbaiki. Lubang-lubang kian marak dan terparah di depan PT Aroban atau tepatnya perempatan menuju kantor Kecamatan Cikarang Timur.
Lubang-lubang hampir merata di sepanjang jalan negara tersebut bahkan mengancam keselamatan pengendara khusunya sepeda motor. “Korban kebanyakan yang baru melintas di ruas jalan tersebut, sehingga tidak tahu banyak lobang akibat musim penghujan,” ujar Toni salah satu pemilik lapak limbah non B3.
Keterangan lain mengatakan, kerusakan jalan juga tidak luput karena drainase kiri kanan sepanjang jalan raya tersebut hampir tidak ada. Pasalnya, bangunan-bangunan liar yang dijadikan penampungan limbah telah menutupi drainase. Mengakibatkan curah hujan tergenang di badan jalan raya, kemudian menyerap ke aspal hotmix menjadi bubur dan lubang-lubang.
Salah seorang pedagang di Citarik, Cikarang Timur mengungkapkan, selama Bina Marga tetap membiarkan bangunan-bangunan liar tersebut—jangan berharap ruas jalan raya negara itu keutuhannya bisa bertahan. “Jangankan aspal hotmix, bisa saja kalau direndam air berhari-hari pasti hancur. Sepuluh tahun lalu PT PJKA memberangus bangunan-bangunan liar kemudian ditanami tanaman keras, ruas jalan bisa bertahan lama. Sekarang jalan raya Lemahabang-Tanjungpura sekalipun baru diperbaiki tetap rusak akibat di atas drainase berdiri bangunan liar dan tumpukan limbah,” ungkap pedagang yang tidak mau disebut namanya.
Masda Hendrayana warga Cikarang menyesalkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang terkesan bergeming. Begitu juga instansi terkait yang membidangi perijinan bangunan tidak pernah bertindak atas keberadaan bangunan-bangunan tanpa IMB itu. “Pemandangan di sepanjang jalan raya negara Citarik cukup sumpek bahkan sampai perbatasan Tanjung Pura, Karawang,” tegas Masda. Putra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar