DEPOK, ReALITA Online — Kondisi Brigadir Kepala Muhammad Subur yang Sabtu lalu ditembak lelaki yang diduga pengedar sabu, Minggu (19/12/2010), sudah berangsur pulih. Dini hari kemarin Subur telah menjalani operasi bedah untuk mengeluarkan peluru dari pinggang kirinya.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Anjan P Putra membenarkan kejadian itu. Sementara Kepala Satuan 2/Psikotropika Direktorat Narkoba Ajun Komisaris Besar Hendra Joni, atasan Subur, menyatakan sudah berbincang dengan anggotanya tersebut.
”Kejadian pukul 20.00, tetapi Minggu pukul 02.00 dokter Rumah Sakit RS Soekanto (Polri) Kramat Jati sudah mengoperasi dia,” ujar Hendra, kemarin. Hendra menyatakan, ia menunggui jalannya operasi itu.
Subur, yang menjadi reserse narkoba, tertembak saat bersama dua teman satu tim menyergap pengedar sabu di depan Stasiun Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Sabtu lalu sekitar pukul 20.00.
Tak disangka dua lelaki pengedar itu melawan. Bahkan, salah satunya sempat berkelahi dengan Subur. Pada saat itulah lelaki tersebut menembakkan pistol ke arah tubuh Subur sehingga mengenai pinggangnya.
Menurut Hendra, setelah menembak Subur, lelaki itu kabur bersama temannya dan sempat membuang senjata. ”Mungkin senjatanya jenis Berreta. Kami masih mencari senjata api itu,” ujarnya.
Saat lari rekan Subur berhasil menangkap salah satu lelaki tersebut dan menyita barang bukti berupa 3 gram sabu.
Menyamar
Subur bersama dua petugas lain menyamar membeli narkoba jenis sabu sebanyak 3 gram dari Airul Sapta alias Epoy. Setelah transaksi, Subur, Aipda Sulaiman, dan Brigadir Satu Khaerudin berusaha menangkap Airul.
Namun, Airul yang mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio hitam bernomor B 6421 TVP melawan petugas. Airul bersama satu temannya terlibat perkelahian dengan petugas. Dia kemudian mengeluarkan senjata api dan menembakkan ke arah petugas.
Dari dua kali tembakan, satu di antaranya mengenai pinggang kiri Subur. Petugas berhasil menangkap Airul, sedangkan satu temannya melarikan diri dari kejaran polisi.
Setelah kejadian, Subur dibawa ke RS Bhayangkara Brimob Kelapa Dua, Depok, kemudian menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Kepala Kepolisian Resor Metro Depok Komisaris Besar Fery Abraham mengatakan, warga yang ada di stasiun UI terkejut melihat kejadian itu.
Pelaku berusaha lari ke arah Kampus UI di Depok. Menurut pengakuan Airul, senjata api dibuang di Situ UI yang ada di area kampus UI. Saat ini petugas sedang mencari keberadaan senjata api tersebut.
”Namun, sampai Minggu petang senjata api tersebut belum ditemukan petugas,” kata Fery.
Menurut Fery, kawasan Stasiun UI merupakan pasar narkoba yang patut diwaspadai. Stasiun tersebut merupakan stasiun paling utara di wilayah Depok yang berada di kawasan Kampus UI. Selain UI, stasiun ini juga tidak jauh dengan kawasan Kampus Universitas Gunadarma.
”Barangkali konsumen dari kalangan mahasiswa sering menggunakan tempat ini sebagai tempat transaksi,” kata Fery.
Menurut Fery, Polres Metro Depok terus mengembangkan kasus ini meskipun operasi penangkapan dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Peristiwa yang diungkap ini menunjukkan bahwa jaringan pengedar narkoba ada di Depok.
Sejumlah tempat yang menjadi perhatian pengawasan petugas adalah kawasan ramai aktivitas. Pengedar menggunakan tempat seperti itu agar lolos dari pengawasan petugas kepolisian. kompas, RO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar