BEKASI, ReALITA Online — Penyusutan lahan di wilayah Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, kian mengkhawatirkan. Selain tambak yang mulai menyusut dan tergenang, kampung pun ada yang hilang.Lahan tambak yang berada di sepanjang pantai di wilayah Utara Kabupaten Bekasi beberapa pekan terakhir banyak yang tergenang akibat abrasi maupun anomali iklim. Penyusatan lahan tambak ini jumlahnya mencapai 100 sampai 200 hektar lebih.
Hal ini diakui Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (DPPK) Kabupaten Bekasi Agus Trihono, menyebutkan lahan potensial itu ada di Kecamatan Tarumajaya dan Kecamatan Muara Gembong dengan luas sekitar 10 ribu hektar. “Selain itu, keberadaan hutan mangrove juga sangat dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan,” katanya.
Dari total potensi lahan tersebut, Agus mengungkapkan setiap tahunnya terjadi penyusutan yang diakibatkan oleh abrasi dan gelombang besar. Penyusutan diperkirakan mencapai 1-2 persen dari potensi lahan atau setara dengan 100-200 hektar.
Penyusutan terbesar terjadi di Kecamatan Muara Gembong Desa Muarabendera yang mengalami abrasi terparah. Daerah lainnya yang juga mengalami pengikisan adalah Desa Muara Jaya.
Kampung Hilang
Kordinator Masyarakat Pengawas (Komaswas), Darman, mengakui jika akibat abrasi ada dua kampung yang hilang. Hal ini karena rumah mereka tergusur air laut dan kini kian melebar. “Di Desa Pantai Mekar dan Pantai Sederhana,” katanya menyebut lokasi kampung yang hilang tersebut.
Karenanya, katanya saat itu, Darman meminta agar warga diberikan penahan ombak. Hal ini untuk menjadikan warga tidak makin sengsara memikirkan rumah yang makin dekat dengan pantai.
Sementara, Komarudin, aktifis LSM, menyebut perhatian Pemkab terhadap nasib nelayan maupun warga di Utara sangat memprihatinkan. Maka, wajar jika masalah seperti ini tidak juga cepat ditangapi.
Sementara itu, Agus menyebutkan meski secara persentase tidak terlau tinggi, tetap perlu dilakukan upaya untuk mencegah agar penyusutan tidak terjadi lebih cepat.
“Kami terus mengupayakan untuk membangun greenbelt di sepanjang bibir pantai dengan tanaman mangrove. Tanaman ini sifatnya mengikat tanah yang ada sehingga tidak ikut terbawa ombak,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, keberadaan hutan mangrove juga akan melindungi tambak dari hantaman langsung oleh ombak. sumber: poskota
Tidak ada komentar:
Posting Komentar