Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Rabu, 24 Agustus 2011

Dr Hasballah M Saad Meninggal dan Dimakamkan di Aceh

BEKASI, ReALITA Online — Mantan Menteri Negara RI Urusan Hak Asasi Manusia Dr Hasballah M Saad meninggal di RS Mitra Keluarga Bekasi Barat, Selasa (23/08/2011) sekitar pukul 00.05 WIB. Anggota DPD RI Farhan Hamid sahabat karibnya mengatakan almarhum meninggal karena sakit jantung.

“Tadi subuh saya sempat ke rumah sakit, dan almarhum sedang dimandikan untuk dikafani,” ujar Farhan kepada VIVAnews.

Dari rumah sakit, jenazah Hasballah dishalatkan di masjid kompleks kediaman almarhum Kompleks Taman Sari Persada Raya, Blok 21, Nomor 17, Jati Bening, Bekasi.

Selasa siang jenazah diterbangkan melalui Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Iskandar Muda, Aceh Besar. Rencananya almarhum dimakamkan Selasa sore di kampung halamannya, Kembang Tanjong, Pidie.

Hasballah lahir pada 14 Juli 1948 di Pidie, Aceh, pernah menjabat Menteri Hak Asasi Manusia pada 1999-2000 Kabinet Indonesia Bersatu era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Hasballah juga tercatat satu-satunya menteri mengurus soal Hak Asasi Manusia, sebelum bidang itu digabung menjadi Kementerian Hukum dan HAM.

Farhan mengatakan, Hasballah adalah sosok supel dan punya pergaulan luas. Dia dikenal aktivis pada 1970-an, sebagai Sekretaris Dewan Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Banda Aceh.

Pernah menjadi dosen di Unsyiah, Hasballah lalu memilih sekolah ke Jakarta untuk menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Lalu dia berkecimpung di dunia lembaga swadaya masyarakat Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), sebelum akhirnya menjadi politisi lewat jalur Partai Amanat Nasional (PAN).

“Kita kehilangan sosok dengan keragaman pengalaman,” ujar Farhan Hamid, mantan anggota DPR RI asal Aceh dari PAN.

Kiprahnya di dunia hak asasi manusia dimulai saat Hasballah menjadi juru bicara gerakan advokasi pelanggaran HAM berat di Aceh. Setelah reformasi, pelanggaran HAM akibat operasi militer Orde Baru menumpas GAM di sana terkuak ke publik.

Hasballah lalu ditunjuk Presiden Abdurrahman Wahid menjadi menteri mengurus soal Hak Asasi Manusia. Tapi jabatan itu hanya sempat dipegangnya 10 bulan, seturut turunnya Gus Dur dari kursi Presiden RI.

Hasballah belakangan giat di Aceh Culture Institute. Ia juga aktif menulis soal budaya dan sejarah Aceh. “Terakhir, beliau juga berencana mendirikan Institut Kesenian Aceh,” ujar Fikar W Eda seorang penyair Aceh yang tinggal di Jakarta.

Menurut Fikar, Hasballah meninggal sebelum sempat menuntaskan buku otobiografinya. “Baru ditulisnya 95 persen,” ujar Fikar. Buku itu rencananya akan diluncurkan di Jakarta November mendatang. Sumber:VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar