Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Kamis, 25 Agustus 2011

Karawang Mampu Produksi Beras 1,3 Juta Ton

KARAWANG, ReALITA Online — Kabupaten Karawang, Jawa Barat, masih diandalkan untuk menjadi lumbung padi untuk memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan nasional. Wakil Bupati Karawang, Cellica N Diana mengatakan sebagai daerah sentral pemasok beras, Kabupaten Karawang mampu memproduksi padi sebesar 1,3 juta ton per tahun.

"Total produksi padi pertahun mencapai 1,3 juta ton. Kami tetap mempertahankan Karawang sebagai lumbung padi," kata Cellica N Diana, saat menerima rombongan Komisi IV DPR RI yang bertandang ke Pasar Induk Beras Johar, Karawang, Rabu (23/8).

Kendati demikian, Cellica tidak bisa menjamin beras yang beredar di pasar-pasar Karawang, merupakan produk lokal. "Tapi dominannya beras lokal. Karena kita di sini mempunya 89 ribu hektar lahan teknis," jelas mantan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat itu.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron kepada wartawan mengatakan, bahwa di Pasar Induk Beras Johar itu semuanya beras lokal. Karena, tegas dia, Karawang masih merupakan daerah persawahan dan menjadi lumbung padi sejak dulu. Namun demikian, kata Herman, banyak terjadi konversi lahan untuk pembangunan selanjutnya.

Herman Khaeron memastikan stok beras Karawang untuk lebaran tetap aman. "Untuk dua hingga tiga bulan ke depan aman. Jadi, apa yang dikhawatirkan soal beras jelang lebaran tidak ada, itu salah," katanya.

Beras lokal di Karawang dijual Rp6.500 perkilogram. "Kenapa murah, karena distribusi dari sentra produksi ke pedagang itu dekat," katanya. JPNN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar