Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Rabu, 24 Agustus 2011

Satpol PP Kota Bekasi Amankan Gepeng

BEKASI, ReALITA Online — Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengamankan puluhan gelandangan dan pengemis (Gepeng) di jalan-jalan protokol Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (23/8). Saat diamankan , satu pengemis melawan dan menggigit petugas.

Sedikitnya 45 Gepeng diciduk di jalan-jalan protokol Kota Bekasi, meliputi Jalan KH Noer Ali, Jalan Raya Hasibuan, Jalan Cut Meutia, Jalan Sudirman, Jalan Ir H Juanda, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Joyo Martono. Mereka yang tertangkap mayoritas dari wajah-wajah lama.

Seperti penertiban di Jalan Ahmad Yani, seorang petugas Satpol PP Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Sugandi (30), jadi korban gigitan gelandangan tuna netra. "Betis saya sebelah kiri digigit saat salah satu gelandangan tuna netra mengamuk saat ditangkap," tutur Sugandi, Selasa.

Menurut Sugandi, gelandangan itu diketahui bernama Sriyono (34), itu mengamuk saat ditangkap dan hendak digiring ke mobil petugas. Sriyono mengamuk membabi buta lalu menggigit siapa pun orang di sekitarnya.

Tidak sampai di situ, Sriyono pun melampiaskan kekesalannya saat digelandang ke dalam mobil petugas untuk dibawa ke tempat pembinaan Liposos. Seorang pengemis perempuan juga paha kirinya digigit.

"Sriyono pikir mengigit petugas. Dia kan buta, jadi yang paling dekat saja yang jadi korbannya," ujar Sugandi.

Sriyono saat ditemui di lokasi penampungan Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Bulak Kapal, dia mengaku perbuatannya karena kesal kepada petugas. Baru sampai dan turun dari becak, dia sudah ditangkap.

Sriyono tidak kapok bulan-bulanan Satpol PP saat operasi penertiban. Pria asal Solo, Jawa Tengah, itu sudah tiga kali tertangkap. Tiap kali tertangkap, ia sering mengamuk. Sebelumnya, Sriyono pernah merusak pintu penampungan di Liposos.

Selain gelandangan, Sriyono sebenarnya ahli memijat. Keahliannya seakan tak berguna, karena jarang orang memanfaatkan jasa pijatannya.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Bekasi, Kandar Iskandar mengatakan, kebanyakan para gepeng yang sering tertangkap tidak pernah kapok. Karenanya, petugas pun tidak pernah bosan menangkap mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar