Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Jumat, 12 Agustus 2011

Warga Karawang 244 Pengidap HIV/AIDS

KARAWANG, ReALITA Online — Kabupaten Karawang,Jawa Barat, merupakan salah satu daerah yang terdapat virus HIV/AIDS. Virus ini pertama kali ditemukan di Karawang pada tahun 1992. Berdasarkan data yang dimiliki KPA dan Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, akhir tahun 2010 jumlah pengidap HIV/AIDS mencapai 244 orang.

Jumlah pengidap HIV/AIDS di Karawang cukup tinggi, dimana pengidapnya dari berbagai jenis kelamin, yakni pria, wanita, dan waria.

Wakil Bupati Karawang, dr. Cellica yang juga sebagai Ketua Komite Penanggulangan AIDS (KPA) mengungkapkan pada acara Training of Trainer (ToT) Keluarga Peduli AIDS Tingkat Mahasiswa di Kampus STMIK Kharisma Karawang, Kamis (11/8).

Dr Cellica lebih jauh menjelaskan, tingginya pengidap HIV/AIDS di Karawang dapat ditekan bila kita semua mampu bekerjasama. Khususnya dari KPA, tokoh agama dan masyarakat, serta para pemuda dan masyarakat.

”Terlebih sekarang ini kian marak orang melakukan hubungan seksual secara tidak halal salah satu faktor penyebab meningkatnya HIV/AIDS,” tandasnya.

Ia menyeutkan, Karawang merupakan salah satu daerah yang sangat strategis dalam penyebaran HIV/AIDS. Karena letaknya berada di antara ibukota Jakarta dan Bandung.

”Oleh karena itu, saya berharap dengan adanya TOT ini, unsur pendidikan dan perguruan tinggi dapat ikut mensosialisasikan bahaya tersebut kepada masyarakat,” katanya penuh harap.

Jumlah pengidap HIV/AIDS kini, ibarat fenomena gunung es di mana jumlah yang terdeteksi hanya sebagian kecil. Diperkirakan jumlah pengidap HIV/AIDS yang sesungguhnya jauh lebih besar lagi.

”Untuk itu, mudah-mudahan upaya penanggulangan dan preventif HIV/AIDS ke depan dapat bisa terus kita lakukan,” tegasnya.

Endang Makmur dari Yayasan Pendidikan Kharisma menambahkan, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh para mahasiswa STMIK dan STIKES Kharisma. Melainkan, juga para perwakilan dari sembilan perguruan tinggi yang ada di Kabupaten Karawang, seperti Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika), STMIK Pamitran, STIE Budi Pertiwi. esi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar