Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Selasa, 25 Oktober 2011

Abrasi Ancam Keberadaan Tiga Kecamatan di Karawang

KARAWANG, ReALITA Online — Abrasi yang terjadi di tiga kecamatan pesisir pantai utara Kabupaten Karawang, Jawa Barat, semakin mengganas. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang yang berjanji akan membangun pemecah gelombang guna menahan laju abrasi sampai saat ini belum terwujud.

"Dalam lima tahun terkahir ini abrasi semakin parah, rumah tergerus sudah puluhan. Belum lagi jalan desa akses warga, kini tinggal setengah dari badan jalan yang ada," ucap Sumarsa (42), warga Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Selasa (24/10).

Abrasi yang terjadi di tiga kecamatan, yaitu Cibuaya, Pedes dan Cilebar. Terparah di Kecamatan Cibuaya yang telah menggerus sekitar 55 rumah berikut jalan 1 km dalam setahun terakhir. Sedangkan di Kecamatan Cilebar, jembatan penghubung dengan Kecamatan Pedes kini sudah tergerus dan sekitar 100 rumah amblas.

"Kami sudah lama meminta kepada Pemkab Karawang supaya membangun pemecah gelombang. Namun bantuan yang diberikan sebatas kantong pasir yang hanya membantu menahan abrasi beberapa bulan," ujar warga.

Tidak hanya rumah-rumah penduduk dihantam abrasi, ratusan hektare tambak yang berada di pesisir pantai, pun terancam lenyap karena abrasi.

" Penduduk di sini sebagai nelayan dan petambak hampir 80 persen. Kalau tambak hilang karena abrasi, kami akan kesulitan sumber pencaharian," tutur Suarna

Kepala Desa Pantai Cemarajaya, Younlim, mengatakan jika abrasi terjadi di sepanjang bibir pantai Desa Cemara Jaya tidak segera diatasi secara serius, sejumlah kampung di Desa Cemara Jaya yang berpenduduk 1.500 KK itu, akan tenggelam.

"Saat ini saja sekitar 400 orang dari sedikitnya 50 rumah yang sudah teregrus, kebingungan harus tinggal dimana," tandasnya.

Younlim membenarkan, akibat abrasi di Cemara Jaya telah sejumlah areal perkebunan dan tambak ikan tenggelam.Abrasi di sepanjang bibir pantai Cemara Jaya mencapai sekitar 5 sampai 10 meter per tahun. Akibatnya, daratan yang tergerus air laut diperkirakan sudah mencapai 10 km.

"Tidak sedikit warga yang sebelumnya mempunyai tambak harus kehilangan mata pencaharian, karena lahan tambaknya digerus abrasi. Kebanyakan dari korban abrasi kini menjadi tukang ojek pengangkut hasil tangkapan nelayan," jelas dia. Cie

Tidak ada komentar:

Posting Komentar