Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 22 Oktober 2011

Bandara Internasional akan Dibangun di Karawang dan Cikarang

JAKARTA, ReALITA Online — Pemerintah akhirnya memutuskan untuk membangun bandara alternatif di sebelah timur Jakarta. Bandara ini direncanakan dibangun mulai 2013 mendatang.

"Sudah ada beberapa lokasi di Karawang dan Cikarang (Jawa Barat) yang akan dipilih menjadi lokasi bandara baru. Dalam waktu dekat Menteri Perhubungan (EE Mangindaan) akan mengumumkannya," kata Wakil Menhub, Bambang Susantono di Jakarta, Jumat (21/10/2011).

Dijelaskannya, lokasi di timur Jakarta tersebut dipilih karena beberapa alasan. Alasan pertama adalah masih banyak tanah kosong yang kurang produktif dan harganya masih murah.

Selain itu aksesabilitas bandara tersebut akan mudah dihubungkan dengan daerah lain dengan berbagai moda transportasi. Selain jadi daerah industri, Cikarang segera dibangun jalur kereta double-double track dan bakal menghubungkan dengan bandara Soekarno-Hatta dan kota Jakarta.

"Paling tidak mudah akses ke Jakarta dan ke Bandara Soekarno Hatta (Cengkareng)," jelas Bambang.

Menurutnya, bandara tersebut nantinya bakal menjadi jawaban terus meningkatnya pertumbuhan penumpang pesawat udara yang sangat besar. Karenanya, kapasitas bandara tersebut juga bakal lebih besar dari Bandara Soekarno Hatta yang saat ini akan dibangun lagi dengan kapasitas 62 juta penumpang.

"Nantinya akan banyak airlines yang bisa masuk dan untuk bandara intenasional. Kapasitasnya jelas melebihi bandara Soekarno Hatta," tegasnya.

Berapa biaya yang dialokasikan, Bambang menyatakan saat ini sedang dalam perhitungan. Menurutnya, pada 2013 paling tidak telah ada proses tender yang dibuka secara terbuka baik oleh perusahaan swasta atau BUMN. tribunnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar