Laman

HARTATI DIDUGA MENYUAP UNTUK JEGAL BISNIS ANAK AYIN *** DUA ANAK BUAH HARTATI MURDAYA TERANCAM LIMA TAHUN PENJARA *** ATURAN RSBI HARUS LEBIH RASIONAL DAN REALISTIS *** WASPADA, BANYAK JAMU DICAMPUR BAHAN KIMIA OBAT! *** BNPT: 86 % MAHASISWA DI 5 UNIVERSITAS TENAR DI JAWA TOLAK PANCASILA *** BNPB ALOKASIKAN RP80 MILIAR UNTUK PENANGGULANGAN KEKERINGAN ***

Sabtu, 29 Oktober 2011

Dalam APBD Perubahan Pendidikan Dapat Tambahan Rp 137 M

BEKASI, ReALITA Online — Pendidikan masih menjadi sektor primadona yang mendapatkan alokasi dana terbesar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bekasi. Pada APBD 2011 Perubahan, sektor pendidikan memperoleh alokasi sebesar Rp 137,6 miliar. Jumlah tersebut setara dengan 51 persen dari total belanja senilai Rp 270 miliar.

Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi Sutriyono merinci, Rp 121 miliar (88 persen) dialokasikan untuk pembelanjaan tidak langsung, antara lain pemberian tunjangan profesi bagi guru-guru yang sudah lolos sertifikasi serta kompensasi bagi yang belum. Termasuk juga di antaranya pembiayaan sekolah bebas biaya yang besarnya sekitar Rp 3 miliar, beasiswa yang diperoleh dari bantuan provinsi senilai Rp 10 miliar, dan Rp 2,5 miliar untuk tambahan honor guru.

Sektor kedua yang mendapatkan porsi cukup besar ialah kesehatan dengan penambahan sebanyak Rp 47 miliar, di mana Rp 5 miliar di antaranya khusus diperuntukkan bagi pembiayaan pengobatan masyarakat miskin yang memanfaatkan fasilitas Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).

"Dengan gambaran ini, alokasi APBD Perubahan terbilang proporsional dan sejalan dengan visi misi Kota Bekasi menjadi kota yang sehat, cerdas, dan ihsan. Wajar jika pendidikan dan kesehatan mendapatkan perhatian khusus," kata Sutriyono.

Sektor selanjutnya yang mendapatkan porsi cukup besar adalah pembangunan infrastruktur. Alokasinya sebesar Rp 35 miliar. Sutriyono memahami, pembangunan sejumlah infrastruktur masih banyak yang belum rampung saat ini.

Penyerapan di Dinas Bina Marga dan Tata Air pun terbilang yang paling rendah karena projek-projek masih berjalan. Bahkan ada yang belum dimulai sama sekali. Namun DPRD tak keberatan menyetujui pengajuan pembiayaan anggaran yang cukup besar untuk sektor ini. Pertimbangannya, demi percepatan pembangunan yang dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. PRLM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar