KARAWANG, ReALITA Online — Situasi harga gabah dan beras di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dinilai tak wajar pada panen musim kini. Dua pekan terakhir, harga beras berangsur turun, namun gabah bertahan tinggi. Budiarto (33), pemilik penggilingan di Lemahduhur, Kecamatan Tempuran, Rabu (26/10/2011), mengatakan, harga beras kualitas medium berangsur turun dari Rp 7.000 per kg dua pekan lalu menjadi Rp 6.800-Rp.6.900 per kg pekan ini. Namun, harga gabah di tingkat petani bertahan Rp 4.100-Rp.4.200 per kg kering panen (GKP).
"Panen sudah hampir habis, tetapi harga gabah bertahan tinggi. Ini jarang terjadi karena biasanya harga turun saat puncak hingga akhir panen. Selama ini juga jarang terjadi pedagang-pedagang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, bahkan Sumatera Selatan memburu gabah hingga ke lokasi-lokasi panen di Karawang," ujarnya.
Menurut Kepala Perum Bulog Subdivisi Regional Karawang, Wahyudianto, datangnya pedagang-pedagang dari luar Karawang atau bahkan luar Jawa Barat membuat permintaan gabah naik. Situasi itu membuat harga gabah bertahan meski panen dalam skala luas telah berlangsung dan hampir selesai.
Pedagang juga memanfaatkan peluang untuk meningkatkan cadangannya dalam bentuk gabah untuk menghadapi masa paceklik. Sebab, panen diperkirakan baru akan terjadi lagi pada Januari atau Februari mendatang.
Apalagi petani di sejumlah daerah belum bisa mengolah lagi sawahnya pada Oktober ini karena hujan yang belum merata atau pasokan air yang masih kurang. kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar