BEKASI, ReALITA Online — Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi, Jawa Barat, akan memperketat pengawasan terhadap hewan kurban menjelang hari raya Idul Adha 1432 H untuk mencegah penyebaran virus Antraks."Hingga kini hewan kurban asal Jawa Barat masih relatif aman, paling sapi asal Bali yang akan diperketat penyeleksiannya karena diduga penyebar Antraks," kata Kepala Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi, Abudin, di Bekasi, Kamis (27/10).
Menurut dia, penyeleksian terhadap hewan kurban asal Bali yang masuk ke wilayah setempat akan menjadi skala prioritas yang harus dilakukan para tim pengawas hewan kurban di lapangan.
"Kita akan lakukan sosialisasi ke masyarakat tentang cara mendapatkan hewan kurban yang layak melalui penyebaran spanduk atau diskusi formal di 12 kecamaan Kota Bekasi," katanya.
Menurut dia, mekanisme penanganan terhadap hewan kurban juga akan dilakukan pihaknya kepada 20 perwakilan petugas di kelurahan dan pengurus masjid melalui peran kalangan akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Edi Kadarusman, mengatakan pihaknya telah menyiapkan 120 petugas pengawas hewan kurban. Sebanyak 80 petugas berasal dari perwakilan Dispera dan kelurahan dan 40 lainnya dari kalangan akademisi.
"Kalangan akademisi akan berperan sebagai konsultan untuk memberikan pengetahuan kepada setiap panitia kurban di masjid-masjid tentang mekanisme pemotongan hingga pendistribusian daging ke masyarakat," katanya.
Setiap hewan kurban yang dinyatakan aman dari penyakit akan memperoleh pin bertuliskan "Sehat" dengan logo resmi Pemkot Bekasi. Sementara yang berpenyakit akan diamankan petugas.
"Kita juga akan memberikan sejumlah vitamin dan penyemprotan desinfektan di setiap kandang ternak," ujarnya.
Menurut dia, panitia tersebut akan dilepas oleh Plt Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi pada 31 Oktober 2011 di lapangan upacara Pemkot Bekasi. suarapembaruan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar