BEKASI, ReALITA Online — Irsan Harja,(60), nasabah bank yang menjadi korban perampokan di depan Ruko Central Niaga Blok C Harapan Indah, Bekasi, mengalami luka tembak.Irsan ditembak perampok dari jarak yang cukup dekat."Korban ditembak dari jarak yang dekat sekitar 1 meteran," ujar Kasubdit Resmob Polda Metro Jaya Kompol Herry Heryawan saat dihubungi detikcom, Rabu (26/10/2011).
Herry mengatakan, akibat tembakan tersebut korban mengalami luka cukup serius. Peluru mengenai pelipis korban dan tembus ke bagian dadanya. "Korban posisinya agak menunduk, sehingga pelurunya menembus dadanya," kata dia.
Hingga saat ini, warga Perumahan Boulevard Hijau, Medan Satria, Bekasi itu, kondisinya masih kritis. Korban kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Medika, Medan Satria, Bekasi.
Peristiwa perampokan itu terjadi, Rabu (26/10) siang sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, korban bersama istrinya baru saja mengambil uang di ATM BCA KCP Harapan Indah.
Dari situ, korban kemudian mampir ke Ruko Central Central Niaga Blok C untuk mem-foto copy berkas. Korban kemudian turun dari mobil Avanza yang ditumpanginya, sementara istrinya berada di dalam mobil.
Saat korban sibuk di tempat foto copy, dua pelaku yang menaiki motor Yamaha Scorpio warna biru menghampiri istri korban dan merebut tasnya. Istri korban berteriak sehingga korban menghampiri pelaku dan menarik tasnya. Saat itulah, pelaku menembak korban. Usai menembak korban, kedua pelaku melarikan diri dengan membawa uang hasil perampokan.
Polisi Dalami Perampokan
Kepolisian masih memburu pelaku perampokan disertai penembakan yang terjadi di Ruko Centra Niaga, Kota Bekasi Rabu siang.
Kapolres Bekasi Kota Kombes Pol Priyo Widyanto mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP di lokasi serta menghimpun sejumlah petunjuk dari saksi mata. Hingga saat ini, kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku yang berjumlah dua orang.
"Masih kita lakukan pengejaran. Terkait motif masih kita dalami," katanya saat dihubungi, Rabu (26/10/2011).
Dikatakannya kembali pihaknya masih melakukan pendalaman dan membantah jika perampokan yang telah menggasak uang Rp700 juta itu ada kaitannya dengan jaringan teroris.
"Terlalu jauh. Tidak ada kaitannya dengan terorisme," kata Kapolres Bekasi Kota, Kombes Pol Priyo Widyanto saat dihubungi via sambungan telepon.
Sebelumnya, Irsan Arza menjadi korban perampokan disertai penembakan di Ruko Centra Niaga Blok C, Harapan Indah, Kelurahan Pejuang Medan Satria, Kota Bekasi. Akibatnya, korban sekarat dan kehilangan uangnya USD 80.000 atau sekitar Rp700 juta. Sumber: detik, okezone
Tidak ada komentar:
Posting Komentar