BEKASI, ReALITA Online — Tingkat kemiskinan di Kota Bekasi, Jawa Barat masih cukup tinggi. Karenanya, peran lembaga sosial masih sangat dibutuhkan. “Seperti peran dari IRSI ini,” kata Rahmat Effendi, Plt Walikota Bekasi, Jumat (28/10). Hal itu disampaikan saat acara pengukuhan pengurus IRSI (Ikatan Relawan Sosial Indonesia) Kota Bekasi di Bulakkapal, Bekasi Timur, kemarin. Peran lembaga sosial yang ikhlas membantu diharapkan bisa mengurangi tingkat kemiskinan dengan mendorong kebersamaan dan kepedulian sesama.
“Tingkat kemiskinan di Kota Bekasi sekitar 15 persen. Sehingga peran lembaga seperti ini bisa terus didorong,” katanya.
Pepen minta lembaga IRSI bisa mengambil peran, baik dalam sisi pendikan, kesehatan maupun ekonomi. “Kami sangat berterima kasih,” katanya.
350 Ribu Warga
Jika diestimasi jumlah penduduk Kota Bekasi saat ini sebesar 2,5 juta, maka masih ada sekitar 350 ribu warga yang berada di bawah kemiskinan. Jumlah ini juga berbanding lurus dengan pengadaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Jumlah penduduk Kota Bekasi menurut data tahun 2010 sebanyak 2.336.489 jiwa.
Acara pengukuhan dihadiri Ketua Umum IRSI Pusat, Parni Hadi, Dewan Pembina H Siswadi, dan sejumlah tokoh lain. Sebagai Ketua Umum IRSI Kota Bekasi dilantik Dady Waluyo. “Ini cabang pertama di Indonesia,” kata Parni Hadi.
Parni Hadi juga menyebutkan IRSI benar-benar relawan yang ikhlas membantu sesama. Tanpa batasan politik, agama maupun suku. “Pengurus IRSI harus benar-benar ikhlas demi cinta, karena Allah semata,” katanya. poskota
Tidak ada komentar:
Posting Komentar