KARAWANG, ReALITA Online — Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di TPA Jalupang, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang yang sudah melebihi kapasitas, memicu munculnya ratusan titik Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar yang tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Karawang. Dari pemantauan Rabu (19/10) beberapa titik tempat pembuangan sampah liar berada di jalan-jalan perumahan dan di bantaran Sungai Citarum. Sampah pun hanya ditumpuk begitu saja menunggu untuk diangkut. Bahkan, di antaranya dibakar hingga menimbulkan polusi.
Koswara (40), salah seorang warga Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat mengatakan, mobil bak sampah juga menjadi salah satu tempat pembuangan sampah bagi masyarakat sekitar Karangpawitan.
"Kebanyakan sampah rumah tangga yang dibuang. Karena tidak diangkut, jika sore hari hanya dibakar oleh warga. Baunya sudah cukup mengganggu, kalau di sore hari polusi asap juga kerap dikeluhkan warga," tuturnya.
Kondisinya yang sama terjadi di Kecamatan Klari. Tumpukan sampah yang berlokasi di tempat pembuangan sampah sementara(TPSS) Kampung Kalihurip Desa Duren, Kecamatan Klari semakin meluas. Bahkan, tak jarang sampah tersebut tumpah ke jalanan karena sudah tak tertampung bak kontainer yang disiagakan petugas kebersihan.
Warga sekitar, Ahmad (37) mengatakan tumpukan sampah tersebut, pada awalnya hanya pada kisaran radius 2 meteran. Saat ini, tumpukan sampah itu sudah semakin meluas hingga 50 meteran dengan ketebalan lebih dari satu meter.
"Pada awalnya, warga menjadikan lokasi ini sebagai tempat pembuangan sampah liar. Sekarang, lokasi ini sudah menjadi tempat pembuangan sampah baik sampah yang berasal dari Pasar Kosambi dan berbagai perumahan yang ada di sekitar sini," ujarnya.
Selain banyaknya TPS liar, kurangnya armada juga menyebabkan banyak sampah tidak terangkut. Warga Kelurahan Plumbonsari, Kecamatan Karawang barat merasa terganggu dengan banyaknya tumpukan sampah yang berhari-hari tidak diangkut oleh petugas kebersihan.
Kepala Bidang Kebersihan Dinas Cipta Karya Kabupaten Karawang, Dedi Setiadi mengatakan saat ini pihaknya sedang mengoptimalkan pembersihan tumpukan-tumpukan sampah tersebut. Meksi demikian, masih banyak wilayah yang belum tersentuh dengan maksimal.
Dari produksi sampah setiap harinya yang mencapai 900 meter kubik, kata Dedi, hanya 480 meter kubik yang bisa diangkut oleh petugas kebersihan karena armada pengangkut sampah yang ada hanya 40 unit.
Dedi mengakui kapasitas di TPA Jalupang juga menjadi faktor pemicu. Namun, untuk menanggulangi terjadinya penumpukan sampah tersebut, Pemkab Karawang sudah membangun tempat pengolahan sampah (pembuatan pupuk kompos).
"Hanya saja yang beroperasi hanya satu alat dan itu hanya mampu mengolah sepuluh persen sampah dari volume sampah yang dibuang setiap harinya di TPA Jalupang," ucapnya.
Hingga kini, kata Dedi, Pemkab Karawang masih mencari-cari teknologi yang pas dan minim dampak buruk untuk mengatasi persampahan di Kab. Karawang. PRLM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar